Euforia Kemerdekaan ditengah Dominasi Oligarki, Korupsi, dan Ketidakadilan

Euforia Kemerdekaan ditengah Dominasi Oligarki, Korupsi, dan Ketidakadilan
Masyarakat mengambil undangan fisik di Gedung Krida Bhakti, Rabu (13/8/2025), untuk mengikuti Upacara HUT ke-80 RI di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2025.(Foto : BPMI Setpres)

Spektroom - Suasana yang santai di warung kopi menjadi tempat menikmati waktu luang akhir pekan. Memang nikmat sekali rasanya sambil menyeruput kopi dan menikmati jajanan. Namun, dari balik kepulan asap rokok dan aroma kopi sebuah diskusi berlangsung antara pemilik warung dengan pedagang disebelahnya soal pesta rakyat Agustusan

Memang tak dapat dipungkiri kecintaan rakyat terhadap negerinya sangat nyata. Mereka gotong royong menghiasi permukiman dengan nuansa merah putih. Begitu pula ucapan hari kemerdekaan dipasang di gapura. Bendera merah putih pun dijajar di jalan dan depan rumah. Berbagai lomba mereka gelar mulai dari anak-anak hingga orang dewasa,

Begitu pula antusiasme masyarakat untuk mengikuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta. Ribuan warga dari berbagai kota di Indonesia tampak sabar mengantre di Gedung Krida Bhakti untuk mengambil undangan sesuai jadwal yang telah ditentukan

Kini upacara perayaan Kemerdekaan ke 80 RI digelar di Istana Negara Jakarta tak lagi di Ibu Kota Nusantara atau IKN, Kalimantan Timur, karena masih dalam proses pembangunan. Upacara perayaan HUT Kemerdekaan ke-79 RI di IKN pada 2024

Pra-Kemerdekaan, Kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi telah dilalui negeri ini hingga mencapai 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Sejarah yang cukup panjang bagi negara dan bangsa.

17 Agustus adalah hari di mana kita mengenang dan menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang dengan berbagai fase pergolakan yang sangat luar biasa tanpa pamrih demi merah putih simbol kemerdekaan dan persatuan bangsa Indonesia. Hal ini juga mengingatkan kita akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Dominasi oligarki, politik uang, dan ketergantungan pada modal besar. Globalisasi menghadirkan tantangan identitas. Berbagai polemik yang seolah tak berujung terkait masalah ketidakadilan, korupsi, dan konflik kepentingan masih menghantui negeri ini

Oleh karena itu, euforia Kemerdekaan harus menjadi momen untuk refleksi dan tindakan nyata. Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat perlu berupaya lebih keras untuk mencapai kemerdekaan sesungguhnya.

Pembangunan yang inkusif, penguatan kedaulatan nasional, pemberantasan korupsi harus menjadi prioritas utama. Hanya dengan cara ini Indonesia merdeka dari ketidakadilan dan ketergantungan.

Mari kita jadikan kemerdekaan ini menjadi titiik awal untuk mencapai "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”,

Berita terkait

Peringatan Hardiknas Menjadi Momentum Refleksi Untuk Teguhkan Semangat Pendidikan Nasional

Peringatan Hardiknas Menjadi Momentum Refleksi Untuk Teguhkan Semangat Pendidikan Nasional

Bandarlampung - Spektroom: Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan, menjadi Inspektur upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026. Peringatan Hardiknas dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, berlangsung di Lapangan Korpri kompleks Kantor Gubernur Lampung, di Bandarlampung, Senin (4/5/2026). Sekdaprov Lampung membacakan sambutan

Anggoro AP
Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil

Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil

Jakarta-Spektroom : Peringatan World Press Freedom Day 2026 menjadi momentum strategis bagi dunia pers nasional untuk meneguhkan kembali perannya dalam menjaga demokrasi, memperkuat perdamaian, serta mendorong keadilan sosial di tengah derasnya arus informasi global. Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan bahwa jurnalisme berkualitas merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang cerdas,

Riswan Idris, Rafles