Fajar, Sorak, dan Mimpi Perancis di Kampung Piala Dunia Ternate

Fajar, Sorak, dan Mimpi Perancis di Kampung Piala Dunia Ternate
Pendukung kesebelasan Prancis Di Kampung Piala Dunia-Ternate Bersorak Usai Prancis Lolos Ke Semifinal. (Foto : Samin Hamudu).

Ternate-Spektroom : Langit Ternate masih gelap ketika satu per satu warga mulai memadati Kampung Piala Dunia di Taman Film Benteng Oranje, Jumat (10/7/2026).

Jarum jam bahkan belum menunjukkan pukul 05.00 WIT, tetapi deretan kursi di satu-satunya lokasi nonton bareng Piala Dunia di kota itu sudah dipenuhi penonton yang membawa syal, bendera, hingga mengenakan jersey tim kebanggaan mereka.

Bagi mereka, rasa kantuk bukan alasan untuk melewatkan duel perempat final antara Perancis dan Maroko. Di depan layar lebar, ribuan kilometer dari Stadion Boston, Amerika Serikat, denyut pertandingan terasa begitu dekat.

Sejak peluit pertama dibunyikan, suasana berubah riuh. Pendukung Perancis beberapa kali berdiri ketika Kylian Mbappe mengancam gawang Maroko. Sorak sorai sempat berubah menjadi desahan kecewa saat penalti Mbappe mampu dibaca dengan sempurna oleh kiper Bono.

0:00
/0:31

Para pendukung kesebelasan Perancis dan Maroko memberi dukungan serasa nonton langsung. (Vidio : Samin Hamudu)

Namun tak seorang pun beranjak. Mereka tetap percaya bintang Perancis itu akan menemukan jalannya.

Harapan itu akhirnya terbayar pada menit ke-59. Mbappe melepaskan tembakan melengkung yang menghujam sisi kanan gawang Maroko. Dalam sekejap, Kampung Piala Dunia bergemuruh.

Tepuk tangan, teriakan, dan kibaran bendera biru-putih-merah menyatu dalam euforia pagi itu.
Kegembiraan belum usai. Tak lama berselang, Perancis kembali menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Sementara pendukung Maroko masih setia memberi semangat kepada Singa Atlas yang terus berusaha bangkit hingga menit-menit akhir. Meski Azzedine Ounahi sempat menciptakan peluang pada menit ke-83, pertahanan Perancis mampu menggagalkannya.

Peluit panjang menjadi penanda berakhirnya perjuangan Maroko. Perancis memastikan diri sebagai tim pertama yang melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026, sementara Maroko harus mengakhiri perjalanan impresif mereka di babak delapan besar.

Di Kampung Piala Dunia, kemenangan itu dirayakan dengan cara sederhana. Sebagian pendukung Perancis melakukan pawai kecil dengan tertib, sementara yang lain memilih mengabadikan momen bersama teman-teman mereka dengan latar layar raksasa, mengenakan jersey dan mengibarkan bendera Perancis.

Di antara mereka ada Sri, yang tak mampu menyembunyikan senyum bahagianya. Baginya, kemenangan atas Maroko bukan sekadar hasil pertandingan, melainkan bukti bahwa Les Bleus masih menjadi salah satu kandidat terkuat peraih trofi.

"Melihat strategi permainan dan kelincahan Perancis, apalagi dengan Mbappe sebagai ujung tombak, saya optimistis mereka bisa melangkah sampai puncak dan menjadi juara," ujarnya sambil melambaikan bendera Perancis.

Pagi itu, Kampung Piala Dunia Ternate bukan hanya menjadi tempat menyaksikan pertandingan. Ia menjelma menjadi ruang yang mempertemukan harapan, kegembiraan, dan mimpi para pecinta sepak bola membuktikan bahwa semangat Piala Dunia mampu menyatukan orang-orang, bahkan dari kota kecil di timur Indonesia.

Berita terkait

Walikota Respati Dorong Pendidikan Tertib Lalu Lintas, Life Skill dan Kemanusiaan Masuk Sekolah

Walikota Respati Dorong Pendidikan Tertib Lalu Lintas, Life Skill dan Kemanusiaan Masuk Sekolah

Surakarta – Spektroom: Pendidikan anak tidak cukup hanya mengejar nilai akademik. Kemampuan tertib di jalan, mengurus kebutuhan diri sendiri hingga peduli kepada orang lain juga perlu ditanamkan sejak bangku sekolah. Hal tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Surakarta yang mendorong materi pendidikan tertib berlalu lintas, life skill atau kecakapan hidup, serta pendidikan

Ciptati Handayani, Anggoro AP