Fast Track Haji 2026, Percepat Kedatangan Jemaah di Arab Saudi, Langsung ke Hotel
Jakarta - Spektroom : Salah satu terobosan haji tahun ini adalah optimalisasi layanan fast track (Makkah Route) Melalui layanan ini, proses keimigrasian Arab Saudi diselesaikan di Indonesia, sehingga jemaah tidak perlu antre saat tiba di Jeddah atau Madinah.
Juru bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaff, mengatakan Fast track (Makkah Route) telah menjangkau lebih dari 125 ribu jemaah.
“Fast track secara nyata mempercepat proses kedatangan jemaah di Tanah Suci. Jemaah bisa langsung menuju hotel tanpa harus melalui antrean panjang imigrasi, sehingga lebih nyaman, terutama bagi lansia dan kelompok rentan,” ujar juru bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaff, di Jakarta, Minggu (26/4/2026)
Ia menjelaskan layanan fast track tersedia di Bandara Soekarno-Hatta, Adisoemarmo Solo, Juanda Surabaya, dan Sultan Hasanuddin Makassar. Penambahan Makassar menjadi langkah strategis untuk memperluas cakupan layanan.
Selain itu, pemerintah memastikan kesiapan transportasi udara melalui Garuda Indonesia dan Saudia Airlines yang berpengalaman dalam penerbangan haji.
“Sejak di embarkasi, kami pastikan jemaah mendapatkan layanan yang lengkap, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembagian dokumen,seperti paspor, living cost 750 riyal Arab Saudi, gelang identitas, dan kartu Nusuk. hingga akomodasi dan konsumsi yang memadai agar jemaah siap berangkat dalam kondisi prima,” tambah Maria.
Kemenhaj mengimbau jemaah menjaga kesehatan, membawa dokumen penting secara aman, serta mengikuti arahan petugas demi kelancaran ibadah.
Penyelenggaraan haji tahun ini mengusung prinsip Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan sebagai bagian dari penguatan layanan inklusif.
Kemenhaj menyebutkan operasional haji 1447 H/2026 M memasuki hari keenam pada 26 April 2026, sebanyak 72 kloter atau 28.274 jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan ke Tanah Suci.