Fenomena Api Misterius di Sleman Dipastikan Bukan Akibat Gas Alam atau Aktivitas Geologi
Sleman – Spektroom : Fenomena kemunculan api misterius yang sempat menghebohkan warga Dusun Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, pada akhir Mei 2026, dipastikan tidak berkaitan dengan gas alam maupun aktivitas geologi bawah permukaan.
Kesimpulan tersebut diperoleh setelah serangkaian penelitian dan penyelidikan yang melibatkan berbagai lembaga dan tim ahli.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena api muncul secara tiba-tiba di dalam rumah salah seorang warga dan membakar sejumlah benda, seperti kasur, pakaian, hingga perabot rumah tangga.
Kejadian yang berulang kali terjadi itu memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat, termasuk dugaan adanya fenomena mistis.
Untuk mengungkap penyebabnya, Kepolisian Resor Kota Sleman melalui Satuan Reserse Kriminal yang dipimpin Kasatreskrim AKP Mateus Wiwit Kustiyadi melakukan penyelidikan dengan melibatkan sejumlah institusi penelitian dan akademisi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, menjelaskan bahwa hasil rapat koordinasi bersama tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM), UPN “Veteran” Yogyakarta, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), serta Gegana menunjukkan tidak adanya kandungan gas yang dapat memicu kebakaran.
“Kandungan gas seperti metana, hidrogen, fosfin, maupun gas rawa yang ditemukan berada di bawah ambang batas yang dapat menyebabkan munculnya api,” ujar Bambang usai rapat koordinasi di Pemkab Sleman, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, seluruh hasil penelitian yang dilakukan para ahli tidak menemukan hubungan langsung antara fenomena alam dengan kemunculan api di rumah warga tersebut.
“Fenomena alam yang diteliti tidak menimbulkan api yang muncul di Seyegan,” tegasnya.
Penelitian yang dilakukan menggunakan berbagai metode ilmiah, antara lain survei geomagnetik, geotermal, drone thermal, dan geolistrik. Beragam pendekatan tersebut digunakan untuk memastikan ada atau tidaknya kaitan antara kondisi bawah permukaan tanah dengan kebakaran yang terjadi.
BPBD Sleman menyatakan kajian ilmiah terhadap fenomena tersebut telah selesai dan seluruh hasil penelitian telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti dalam proses penyelidikan.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, api misterius yang sempat meresahkan warga dilaporkan sudah tidak muncul lagi selama dua hari terakhir. Polisi masih terus mendalami penyebab pasti kejadian tersebut berdasarkan hasil penelitian dan bukti-bukti yang telah dikumpulkan.