Fenomena El Nino Diperkirakan Aktif & Bertahan Hingga Awal 2027

Fenomena El  Nino Diperkirakan Aktif & Bertahan Hingga Awal 2027
Foto Capture YouTube Kemendagri

Bandarlampung - Spektroom: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung dipimpin Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang  Pemerintahan, Hukum & Politik, Yayan Ruchyansah mengikuti secara Virtual Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026 yang dirangkai dengan Sosialisasi Kesiapsiagaan Menghadapi Dampak Fenomoena El Nino, berlangsung di Ruang Command Center   Lantai II Diskominfotik Lampung di Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (29/6/2026).

TPID Lampung Ikuti Rakor Secara Virtual Rakor TPID dari Ruang Command Center Diskominfotik Lampung (Foto Dokumentasi Spektroom).

Sementara Rakor itu sendiri berlangsung di Graha Bhakti Praja Kemendagri Jakarta Pusat, dipimpin Mentri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan BMKG telah memutakhirkan prediksi iklim 2026 dengan menyebut fenomena El Nino diperkirakan aktif dan berpotensi bertahan hingga awal 2027.

Kondisi tersebut diprediksi menyebabkan musim kemarau tahun ini berlangsung lebih kering dibandingkan kondisi normal di sebagian besar wilayah Indonesia.

Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa hasil pemantauan hingga akhir Mei 2026 menunjukkan anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik telah mencapai positif 1,0 derajat Celsius, sementara indeks Indian Ocean Dipole (IOD) tercatat sebesar minus 0,56.

"Anomali suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur telah melewati batas netral selama lima dasarian. BMKG memprediksi fenomena El Nino akan segera aktif dan terus bertahan hingga awal tahun 2027," ujar Teuku Faisal.

Jadi fenomena El Nino ini adalah fenomena global akibat ada anomali dari dinamika iklim dunia.

Terkait dampak El Nino tersebut BMKG menyampaikan beberapa rekomendasi diantaranya di sektor pengolahan lahan, yang secara langsung berkaitan dengan sumber hotspot dan kebakaran hutan dan lahan.

audio-thumbnail
Teuku Faisal Fathani Rekomendasi BMKG
0:00
/120.93

"Jadi untuk resiko Karhutla bisa terjadi di enam provinsi , yaitu wilayah Sumatera, di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, kemudian untuk Kalimantan yaitu di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Akan terjadi peningkatan titik api, dan kabut asap lintas wilayah, kemudian emisi karbon dan polutan yang meningkat serta kerusakan ekosistem" terangnya.

Berdasarkan hasil pemodelan iklim terkini, peluang El Nino berkembang menjadi kategori moderat mencapai 98 persen, sedangkan peluang meningkat menjadi kategori kuat sebesar 62 persen.

Di sisi lain, BMKG juga memantau potensi terjadinya fenomena IOD positif di Samudra India pada periode Juli hingga November 2026. Kombinasi kedua fenomena tersebut berpotensi memperkuat kondisi kering di sejumlah wilayah Indonesia.

Teuku Faisal menegaskan bahwa dampak El Nino bersifat global dan memengaruhi pola curah hujan di berbagai belahan dunia dengan karakteristik yang berbeda-beda.

"Fenomena El Nino menyebabkan penyimpangan iklim di berbagai wilayah dunia, tidak hanya di Indonesia. Namun, untuk Indonesia, El Nino umumnya berdampak pada penurunan curah hujan sehingga kondisi menjadi lebih kering, terutama pada periode Juni hingga Januari," katanya.

Menurut BMKG, peningkatan curah hujan akibat El Nino justru terjadi di wilayah Pasifik tengah hingga April tahun berikutnya, serta di pesisir Amerika Latin pada Januari–Mei. Sebaliknya, penurunan curah hujan juga diperkirakan terjadi di sebagian Brasil, India, dan Afrika bagian selatan.

Seiring perkembangan El Nino, BMKG memperkirakan semakin banyak wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau dalam beberapa bulan ke depan.

"Wilayah tersebut meliputi sebagian besar Sumatra, Kalimantan Barat, sebagian besar Banten, DKI Jakarta bagian selatan, Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi, Maluku, Papua Barat, dan Papua bagian timur"

Sementara itu, pada Juli 2026, sebanyak 66 zona musim atau 7,26 persen wilayah Indonesia diperkirakan memasuki musim kemarau, antara lain di Jambi bagian barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan bagian timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, dan sebagian Maluku.

BMKG juga mencatat bahwa awal musim kemarau 2026 cenderung datang lebih awal dibandingkan rata-rata klimatologis periode 1991–2020. (@Ng).

Berita terkait

Upacara Bendera  Perbarui Tekad Teguhkan Pengabdian dan Integritas Prajurit.

Upacara Bendera Perbarui Tekad Teguhkan Pengabdian dan Integritas Prajurit.

Jeneponto - Spektroom : Bagi prajurit, upacara bendera bukan sekadar pembuka aktivitas mingguan, melainkan momen untuk memperbarui tekad dalam mengemban amanah sebagai abdi negara. Nilai itulah yang tercermin saat Kodim 1425/Jeneponto menggelar Upacara Bendera rutin hari Senin di Lapangan Makodim 1425 Jeneponto, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Senin, (29/

Yahya Patta, Nurana Diah Dhayanti