Festival Pasar Rakyat Sokaraja Dorong Digitalisasi dan Penguatan UMKM
Banyumas-Spektroom : Pasar rakyat dituntut tidak hanya menjadi tempat transaksi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pola belanja masyarakat.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus Festival Pasar Rakyat Sokaraja yang digelar di Pasar Sokaraja, Banyumas, Sabtu-Minggu (19-20/9/2026).
Festival bertema “Pasar Rakyat Maju, UMKM Tumbuh, Ekonomi Banyumas Tangguh” tersebut dibuka Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono. Sejumlah program digitalisasi dan penguatan kelembagaan pedagang turut diluncurkan dalam kegiatan tersebut.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kabupaten Banyumas Gatot Eko mengatakan, festival menjadi momentum untuk meningkatkan aktivitas pasar sekaligus mendorong modernisasi ekosistem perdagangan di Pasar Sokaraja.
Sejumlah program yang diluncurkan antara lain transaksi jual beli menggunakan QRIS bekerja sama dengan Bank Jateng, penjualan secara digital melalui GrabMart, Koperasi Pasar Rakyat, serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Pasar Rakyat Sokaraja.
Selain itu, diberikan dukungan lima unit perangkat e-retribusi pasar untuk mendukung pengelolaan transaksi yang lebih efisien.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, pasar rakyat memiliki peran penting karena tidak hanya menjadi tempat pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi sumber penghidupan pedagang, ruang interaksi sosial dan ekonomi, serta tempat tumbuhnya UMKM.
Menurutnya, transformasi pasar rakyat perlu diarahkan agar pasar menjadi lebih bersih, nyaman, modern, dan terpercaya.
“Diharapkan festival ini menjadi titik balik perbaikan citra pasar tradisional agar menjadi lebih bersih, nyaman, modern, dan terpercaya,” kata Sadewo.
Ia menekankan, kenyamanan pasar menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong masyarakat kembali berbelanja secara langsung. Karena itu, kebersihan dan pengelolaan lingkungan Pasar Sokaraja perlu terus ditingkatkan.
Sadewo juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda, termasuk petani milenial, dalam memperkuat rantai pasok pasar rakyat. Ia mencontohkan kelompok Etalase Pertanian yang telah membuka gerai di Pasar Ajibarang dan menghubungkan kebutuhan pangan dengan pedagang serta petani lokal.
Model tersebut, menurutnya, dapat diterapkan di Pasar Sokaraja untuk memperkuat distribusi pangan lokal sekaligus membuka pasar bagi hasil pertanian Banyumas.
Sementara itu, pedagang Pasar Sokaraja, Iin, menyambut positif pelaksanaan festival tersebut. Pedagang produk olahan dan makanan ringan itu berharap kegiatan serupa dapat meningkatkan kembali kunjungan masyarakat ke pasar.
“Harapannya pasar tradisional bisa kembali ramai seperti dulu, bahkan bisa lebih maju dan berkembang lagi,” ujar Iin.
Ia mengakui, perkembangan belanja secara daring menjadi tantangan bagi pedagang pasar tradisional. Karena itu, Iin berharap pedagang juga mendapat pendampingan agar mampu memanfaatkan teknologi untuk menjual produknya secara online.
“Pedagang dan pasar tradisional juga bisa ikut berjualan secara online dan memanfaatkan teknologi digital agar penjualannya semakin meluas,” tambahnya.