Final AVC Memanas hingga 22 Derajat, Bhayangkara Presisi Keluar Sebagai Raja Baru Asia
Pontianak-Spektroom : Dentuman jump serve yang melesat tajam, smash keras menghantam lantai, hingga benturan blok di atas net membuat final AVC Men’s Champions League 2026 di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Minggu malam (17/05/2026), terasa seperti medan tempur.
Atmosfer panas laga antara Jakarta Bhayangkara Presisi (JBP) kontra Foolad Sirjan Iranian (FSI) Iran bahkan dianalogikan penonton seperti tayangan perang modern penuh rudal dan drone yang berseliweran di udara.
Ribuan pasang mata yang memadati arena larut dalam ketegangan sejak peluit pertama dibunyikan.

Sorak penonton menggema setiap kali bola meluncur keras menembus pertahanan lawan.
Di tengah intensitas pertandingan yang tinggi, panitia pelaksana juga dibuat waspada menjaga suhu ruangan GOR tetap stabil di bawah ambang 22 derajat Celsius.
Panitia membatasi jumlah penonton demi menjaga sirkulasi dan temperatur arena.
Jika suhu meningkat terlalu tinggi, pertandingan bahkan terancam dihentikan sementara demi menjaga kualitas permainan serta keselamatan pemain.
Ketegangan langsung terasa pada set pertama. Jakarta Bhayangkara Presisi tampil agresif lewat kombinasi serangan cepat dan blok rapat.
Tim Indonesia berhasil menekan permainan Foolad Sirjan Iranian dan menutup set pembuka dengan kemenangan (25-20).
Namun wakil Iran tidak tinggal diam. Memasuki set kedua, FSI tampil lebih disiplin dan mulai menemukan ritme permainan. Reli-reli panjang tersaji dalam tempo cepat. Kedua tim saling kejar angka hingga memasuki poin kritis.
FSI akhirnya merebut set kedua dengan kemenangan dramatis (26-24) sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Atmosfer GOR semakin membara pada set ketiga. Jakarta Bhayangkara Presisi yang dimotori Keita, Mozic, dan Simon serta diperkuat pemain lokal Farhan dan Gumilar sempat tertinggal beberapa poin.
Namun dukungan ribuan suporter menjadi energi tambahan bagi tuan rumah.
Smash-smash keras Keita dan pertahanan disiplin di lini belakang membuat JBP perlahan bangkit.
Setelah duel ketat penuh tensi tinggi, JBP sukses merebut set ketiga dengan skor tipis (25-23) dan kembali unggul 2-1.
Set keempat menjadi puncak ketegangan malam itu. Foolad Sirjan Iranian yang diperkuat para pemain nasional seperti Pouria, A. Ramzani, Haji Pur, dan A. Nikolav terus menekan sejak awal laga.
Mereka bahkan sempat unggul beberapa angka dan membuat pendukung tuan rumah terdiam.
Namun momentum berubah ketika JBP mampu membalikkan keadaan lewat rangkaian blok dan serangan cepat yang memecah konsentrasi lawan.
Duel sengit saling susul poin tak terhindarkan hingga akhirnya JBP memastikan kemenangan (25-23).
Skor akhir 3-1 memastikan Jakarta Bhayangkara Presisi keluar sebagai juara AVC Men’s Champions League 2026 sekaligus menegaskan hadirnya kekuatan baru voli Asia dari Indonesia.
Sebelumnya, perebutan tempat ketiga dimenangkan STI setelah menundukkan lawannya dengan skor telak 3-0.