FOR 2026 Semarakkan Jakarta, Peserta Tumpah di Velodrom Jaktim
Jakarta - Spektroom: Minggu pagi di Jakarta International Velodrom, Rawamangun, Jakarta Timur, terasa berbeda. Ribuan pelajar dan warga berkumpul, mengenakan pakaian olahraga dengan wajah penuh semangat. Suara sorak, tepuk tangan, dan riuh dukungan menghidupkan suasana ketika Festival Olahraga Rakyat (FOR) Jakarta 2026 resmi dimulai.
Sekitar 10.000 peserta dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas sederajat serta masyarakat umum ambil bagian dalam kegiatan yang digelar Minggu (4/10/2026). Mereka datang bukan sekadar untuk mengejar kemenangan, tetapi juga menikmati olahraga dalam suasana yang meriah dan penuh kebersamaan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka festival dengan menekan tombol sirine. Ia didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Andri Yansyah, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin, serta Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) DKI Jakarta Diana Dewi.
Bagi Pramono, tingginya antusiasme masyarakat menjadi gambaran bahwa Jakarta mampu menghadirkan ruang publik yang aman, nyaman, dan menggembirakan bagi warganya.
"Banyaknya peserta yang ikut kegiatan ini menunjukkan bahwa Jakarta dalam keadaan aman, nyaman, dan semuanya berlangsung dengan baik," ujarnya.
Festival ini sekaligus memperlihatkan bahwa olahraga tidak selalu identik dengan pertandingan profesional. Di tengah kesibukan kota metropolitan, olahraga rakyat menjadi ruang untuk bertemu, bergerak, tertawa, sekaligus membangun silaturahmi.
Pramono pun mendorong agar Jakarta terus berkembang sebagai magnet berbagai kegiatan berskala besar, mulai dari olahraga, seni, kebudayaan hingga otomotif.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus KORMI. Pemerintah DKI Jakarta mendukung sepenuhnya kegiatan ini," katanya.
Ia berharap semangat yang tumbuh dari Festival Olahraga Rakyat Jakarta dapat menjadi modal menghadapi Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (Fornas) di Palu, Sulawesi Tengah, pada 2027.
Pramono, bahkan menargetkan kontingen Jakarta mampu menjadi juara umum. "Ini adalah kegiatan yang betul-betul merakyat," tegasnya.
Kemeriahan festival semakin terasa ketika para peserta mulai mengikuti berbagai perlombaan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah cabang olahraga dengan karakter yang berbeda.
Senam aerobik diikuti sekitar 1.000 peserta, senam kreasi 1.700 peserta, kompetisi drum band 2.500 peserta, olahraga tradisional 1.500 peserta, serta street soccer yang diikuti sekitar 300 peserta.
Khusus olahraga tradisional, peserta diajak kembali mengenal permainan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Sebanyak 10 nomor dipertandingkan, antara lain terompah pendek campuran beregu dan bola gebok putra untuk pelajar SD.
Pelajar SMP sederajat mengikuti terompah panjang campuran serta lomba sumpitan putra dan putri.
Sementara pelajar SMA sederajat turut berlaga dalam terompah panjang campuran. Ada pula lari balok putra-putri serta egrang putra dan putri yang dapat diikuti pelajar dari berbagai jenjang.