Trending

HAPSAK 2026, Lansia Surakarta Tetap Aktif Berkarya dan Lestarikan Batik

HAPSAK 2026, Lansia Surakarta Tetap Aktif Berkarya dan Lestarikan Batik
Pembina PAPBS FX Hadi Rudyatmo (tengah topi merah) yang juga mantan Wali Kota Surakarta, dalam Peringatan Hari Pancasila Sakti (HAPSAK) 2026, Hari Batik Nasional dan Hari Lanjut Usia Internasional. (Foto: Ciptati Handayani)

Surakarta – Spektroom: Semangat para lanjut usia (lansia) di Kota Surakarta untuk tetap aktif, sehat dan berkarya kembali terlihat dalam Peringatan Hari Pancasila Sakti (HAPSAK) 2026 yang digelar di Halaman Balai Kota Surakarta, Minggu (4/10/2026).

Mengusung tema “Pancasila Sakti, Lansia Menyala, Berbatik Nusantara”, kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus menunjukkan bahwa masa pensiun bukan berarti berhenti beraktivitas dan berkontribusi bagi masyarakat.

Peringatan HAPSAK 2026 yang diikuti anggota Paguyuban Purna Adi Praja Balai Kota Surakarta (PAPBS) juga dirangkai dengan semangat Hari Batik Nasional dan Hari Lanjut Usia Internasional. Para peserta tampil mengenakan busana batik dengan beragam motif, sekaligus menunjukkan kecintaan terhadap salah satu warisan budaya Indonesia.

Berbagai kegiatan turut memeriahkan peringatan tersebut, di antaranya penampilan kulintang, line dance, senam Alzheimer dan UOMAS. Aktivitas tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana menjaga kebugaran tubuh, melatih konsentrasi serta mempererat interaksi sosial di antara para peserta.

Dalam sambutannya, Pembina PAPBS FX Hadi Rudyatmo mengatakan, tema HAPSAK tahun ini memiliki pesan tentang pentingnya menjaga kebersamaan, kesehatan dan semangat berkarya di usia lanjut.

Mantan Wali Kota Surakarta Rudyatmo menekankan bahwa memasuki masa pensiun bukan berarti seseorang harus berhenti melakukan aktivitas.

“Pancasila itu kebersamaan. Lansia juga harus tetap menyala, tetap produktif, sehat dan bahagia. Batik menjadi bagian dari kekayaan budaya yang harus terus kita lestarikan,” kata Rudyatmo.

Menurutnya, lansia memiliki kesempatan memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai dengan kemampuan masing-masing. Karena itu, masa pensiun hendaknya diisi dengan berbagai kegiatan positif yang dapat menjaga kesehatan sekaligus mempererat hubungan sosial.

“Walaupun pensiun, jangan berhenti berkegiatan. Kita tetap bisa memberikan sesuatu untuk masyarakat sesuai kemampuan kita,” ujarnya.

Semangat tersebut menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan ramah lansia. Kegiatan bersama memberikan kesempatan para lanjut usia untuk tetap bersosialisasi, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta mempertahankan rasa percaya diri dan kemandirian.

Mengenakan batik para anggota Paguyuban Purna Adi Praja Balai Kota Surakarta (PAPBS), melakukan senam Alzheimer, memeriahkan (HAPSAK) 2026, Hari Batik Nasional dan Hari Lanjut Usia Internasional. (Foto: Ciptati Handayani)

Penggunaan batik dalam kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui kehidupan sehari-hari. Mengenakan batik bukan hanya bentuk kecintaan terhadap budaya Nusantara, tetapi menjadi cara mengenalkan kekayaan motif dan tradisi kepada generasi berikutnya.

“Batik jangan hanya dipakai pada saat acara tertentu. Ini warisan budaya kita yang harus terus dikenalkan dan dilestarikan, termasuk kepada anak-anak dan generasi muda,” tandasnya.

Melalui HAPSAK 2026, para lansia Surakarta menunjukkan bahwa bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti bergerak.

Berita terkait