FORKI Malut Gelar Penataran Pelatih dan Wasit di Morotai

FORKI Malut Gelar Penataran Pelatih dan Wasit di Morotai
Persiapan Penataran pelatih dan wasit Karate Pengprov FORKI Maluku Utara .(Foto:Spektroom/Nanang)

Morotai-Spektroom : Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) Maluku Utara menjelang Pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII di Kabupaten Pulau Morotai melaksanakan Penataran Wasit Juri Daerah dan Akreditas Pelatih Daerah.

Kegiatan tersebut diikuti 20 orang peserta dari Kabupaten Kota di Provinsi Maluku Utara dengan pemberi materi Dewan Wasit PB FORKI dan Dewan Guru PP INKAI Donal P. L. Kolopita di gedung serbaguna Oikumene Morotai, Senin (6/7/2026).

Penataran pelatih dan Wasit karate ini diadakan dengan tujuan sebagai ajang untuk penyegaran pelatih dan Wasit sebelum turun pada ajang kejuaraan karate ditingkat Popda maupun ditingkat yang lebih tinggi.

Wakil Ketua I Pengprov FORKI Maluku Utara Yusran Sanduan mengatakan, penataran pelatih dan wasit yang dilakukan ini merupakan program FORKI Maluku Utara untuk peningkatan kualitas dan sumber daya manusia bagi pelatih dan wasit Karate yang ada di Maluku Utara.

"kegiatan penataran ini juga dilaksanakan agar Provinsi Maluku Utara miliki lebih banyak Pelatih dan Wasit yang berlisensi," ujar Yusran.

Ia juga menjelaskan pelaksanaan penataran pelatih dan wasit ini dilaksanakan di aula Oikumene Morotai yang juga sebagai venue pertandingan Karate POPDA XII Maluku Utara.

Diharapkan dengan kegiatan ini Maluku Utara memiliki para pelatih dan wasit untuk meningkatkan perkembangan olahraga Karate di Maluku Utara.

Berita terkait

OJK Tutup SYAFIF Banjarmasin, Inklusi Keuangan Syariah Tembus Rp2,71 Triliun

OJK Tutup SYAFIF Banjarmasin, Inklusi Keuangan Syariah Tembus Rp2,71 Triliun

Banjarmasin-Spektroom : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan bersama para pemangku kepentingan resmi menutup rangkaian Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Banjarmasin. Kegiatan ini mencatat capaian signifikan dengan nilai inklusi keuangan syariah sementara mencapai Rp2,71 triliun, sekaligus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Kalimantan Selatan. Selama

Junaidi, Buang Supeno