Ganti Oli Gratis hingga Rest Area, Kepedulian Mengalir di Jalur Jamaah Haul Guru Sekumpul

Ganti Oli Gratis hingga Rest Area, Kepedulian Mengalir di Jalur Jamaah Haul Guru Sekumpul
Salah Satu Rest Area Di Masjid Kubah Hijau di Jalan Palangka Raya (dok. MMC PRaya)

Spektroom - Di jalur darat Kalimantan Tengah, perjalanan menuju Haul Guru Sekumpul ke-21 bukan sekadar iring-iringan kendaraan. Kegiatan ini setiap tahun menjelma jadi ikhtiar bersama. Ada oli gratis yang diganti tanpa diminta, ada makanan gratis yang disuguhkan tanpa dihitung, ada saling doa yang dipanjatkan sebelum langkah dilanjutkan. Dari Palangka Raya hingga Kapuas, kepedulian mengalir menemani jamaah menuju Sekumpul.

Gelombang jamaah yang menuju Martapura, Kalimantan Selatan, terus memadati jalur darat Kalteng. Salah satu titik singgah utama adalah rest area Masjid Kubah Hijau di Jalan Mahir Mahar, Palangka Raya. Tempat ini menjadi ruang jeda bagi jamaah lintas daerah untuk beribadah, beristirahat, sekaligus memulihkan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan panjang.

Tak hanya menyediakan makanan dan minuman gratis, panitia juga menghadirkan layanan ganti oli sepeda motor gratis, khususnya bagi pengendara motor matic. Layanan ini telah beroperasi sejak 24 Desember 2025, menyasar jamaah yang menempuh perjalanan jauh dengan kendaraan roda dua.
Salah seorang mekanik, Defri, mengatakan layanan tersebut merupakan bentuk kepedulian bengkel terhadap keselamatan jamaah di jalan.

“Kami dari bengkel dealer di Pal 1. Khusus melayani ganti oli sepeda motor, terutama motor matic. Sudah beberapa hari dibuka khusus untuk jamaah Haul Guru Sekumpul,” ujar Defri, Sabtu (27/12/2025).

Tenda Layanan Ganti Oli Gratis Bagi Yang ke Jamaah Sekumpul (dok MMC PRaya)

Sementara itu, semangat gotong royong juga terlihat di wilayah Kabupaten Kapuas. Masyarakat Desa Pulau Telo dan Desa Pulau Telo Baru mengelola rest area gabungan yang berlokasi di Jalan Jepang, Rumah Makan Buli Lewu. Rest area ini menyediakan makanan dan minuman gratis, musala, tempat istirahat, kamar kecil, hingga layanan cek kesehatan gratis bagi jamaah.

Rest area gabungan tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, pada Jumat (26/12/2025), diawali dengan pembacaan doa haul. Kehadirannya menjadi wujud pelayanan kemanusiaan bagi jamaah Haul Abah Guru Sekumpul yang melintasi wilayah Kapuas.

“Kita membuka secara resmi gabungan rest area Kabupaten Kapuas. Kita berharap tempat ini bisa menjadi tempat berhenti dan beristirahat bagi para jamaah. Fasilitas makanan, minuman, kamar kecil, hingga tempat rebahan juga disiapkan, agar jamaah merasa nyaman,” ujar Bupati.

Salah Satu Suasana lainnya jamaah di luar area ar-Raudhah Sekumpul dilengkapi layar video (foto istimewa)

Menurut Muhammad Wiyatno, keberadaan rest area sangat penting untuk menjaga kenyamanan, keamanan, dan kesehatan jamaah, sehingga perjalanan ibadah menuju Haul Guru Sekumpul dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Puncak Haul Guru Sekumpul ke-21 akan dilaksanakan pada 5 Rajab 1447 Hijriah, bertepatan dengan Minggu, 28 Desember 2025, dan dipusatkan di Musala Ar-Raudhah Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Ustad M Nasruddin bersama keluarga beryukur bisa shalat Maghrib walau di luar area ar-Raudhah Sekumpul ( foto istimewa)

Di jalan panjang menuju Sekumpul, kepedulian hadir dalam bentuk sederhana namun bermakna. Dari setetes oli hingga sepiring makanan, dari tempat rebah hingga doa yang dipanjatkan semuanya menjadi bagian dari ibadah yang mengalir di sepanjang perjalanan jamaah. (Polin-Aga)

Berita terkait

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif  di Aceh

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif di Aceh

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak

Nurana Diah Dhayanti