Gelaran Reog Ballon Carnival 2026 di Ponorogo Cukup Meriah

Gelaran Reog Ballon Carnival 2026 di Ponorogo Cukup Meriah
Ribuan warga memadati area sirkut Moto Cross Jurang Gandul Jenangan Ponorogo untuk menyaksikan balon udara berwarni warni dalan Reog Balloon Carnival 2026 (ft Humas)

Madiun-Spektroom : Sebanyak 44 peserta memeriahkan Reog Balloon Carnival yang digelar di sirkuit Moto Cross Jurang Gandul kecamatan Jenangan kabupaten Ponorogo (29/3/2026).

Dari sejumlah peserta itu terinci 24 peserta dari Ponorogo dan sekitarnya, sedangkan 20 peserta lainnya dari Wonosobo Jawa Tengah.

Kegiatan ini menarik ribuan warga untuk menyaksikan pertunjukan ballon udara berwarna warni yg dikemas dalam Reog Balloon Carnival 2026, sebuah ajang yang digelar sebagai wadah resmi bagi masyarakat yang memiliki hobi menerbangkan balon udara.

Kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan di Ponorogo ini menjadi solusi kreatif Pemerintah daerah setempat bersama Polres Ponorogo untuk mengalihkan kebiasaan masyarakat menerbangkan balon udara tanpa awak secara liar yang berisiko tinggi terhadap keamanan dan keselamatan. Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo menjelaskan, balon-balon di festival ini wajib mengikuti aturan keselamatan yang ketat sehingga tidak boleh diterbangkan secara liar. Dikatakan, seluruh balon udara yang tampil harus ditambat menggunakan tali agar ketinggiannya terkontrol dan dapat diturunkan kembali. “Kalau ini diatur parameternya, dinilai, dan ada indikatornya. Kita ikat pakai tali sehingga keselamatan terjamin,” kata Kapolres Ponorogo. Hal ini sangat kontras dengan balon liar yang seringkali disertai petasan dan berisiko jatuh di area sensitif seperti jaringan listrik, perumahan penduduk, hingga membahayakan jalur penerbangan udara. Diharapkan, para peserta dapat menjadi agen perubahan bagi warga lainnya agar meninggalkan praktik penerbangan balon liar. Efektivitas festival ini pun mulai terlihat nyata. Berdasarkan evaluasi hasil patroli selama satu minggu terakhir, aktivitas penerbangan balon udara liar di Ponorogo dilaporkan menurun drastis hingga 80%. Melihat antusiasme yang luar biasa, pihak penyelenggara bersama Dinas Pariwisata Ponorogo berencana meningkatkan skala acara ini pada tahun depan. Jika tahun ini hanya berlangsung satu hari, pada tahun mendatang direncanakan akan digelar selama dua hari, satu hari untuk peserta lokal dan satu hari lagi untuk skala nasional.

Berita terkait

Sensus Ekonomis Langkah Penting Untuk Memperoleh Data Yang Akurat Tentang Kondisi Ekonomi Masyarakat

Sensus Ekonomis Langkah Penting Untuk Memperoleh Data Yang Akurat Tentang Kondisi Ekonomi Masyarakat

Bogor-Spektroom : Rudy Susmanto, melakukan pendataan perdana Sensus Ekonomi 2026 bersama Kepala BPS Kabupaten Bogor di kediamannya, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bogor. " Dalam kesempatan itu, Rudy Susmanto menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan langkah penting untuk memperoleh data yang

Asmari, Buang Supeno
Sinergi TNI-Polri Jaga Khidmat 1 Muharram di Landak, Ratusan Jamaah Padati Masjid Nurul Bustanul Jannah

Sinergi TNI-Polri Jaga Khidmat 1 Muharram di Landak, Ratusan Jamaah Padati Masjid Nurul Bustanul Jannah

Landak- Spektroom – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Besar Nurul Bustanul Jannah di Dusun Karya Jaya, Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, saat ratusan jamaah memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah melalui pengajian, Selasa (16/06/2026). Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan dengan pengamanan dari

Apolonius Welly, Buang Supeno
Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono, Nahkoda Baru yang Diharapkan Bawa Sepak Bola Bukittinggi Bangkit

Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono, Nahkoda Baru yang Diharapkan Bawa Sepak Bola Bukittinggi Bangkit

Bukittinggi –Spektroom : Harapan baru mengalir di tubuh sepak bola Kota Bukittinggi setelah PSSI Sumatera Barat menunjuk Dolly Ivonne Datuak Intan Sampono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Kota Bukittinggi. Sosok ini kini menjadi figur sentral yang diharapkan mampu menggerakkan kembali roda pembinaan dan kompetisi sepak bola di Bukittinggi yang sempat

Wiza Andrita, Buang Supeno