Sekolah Rakyat Pertama di Sumbar Resmi Beroperasi di Dharmasraya, Tampung 390 Siswa
Padang-Spektroom : Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmen mengawal Program Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Komitmen itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy usai meninjau hari pertama belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Dharmasraya, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, pendidikan adalah jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Anak dari keluarga prasejahtera itu bukan tidak pintar, mereka hanya belum memiliki kesempatan yang sama. Kemiskinan tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak Sumatera Barat untuk meraih cita-citanya,” ujar Vasko.
Ia menyebut beroperasinya Sekolah Rakyat permanen pertama di Sumbar menjadi momentum penting membuka akses pendidikan berkualitas.
“Alhamdulillah, Sekolah Rakyat pertama di Sumatera Barat sudah mulai beroperasi di Dharmasraya. Awal yang baik, dan kita akan terus upayakan agar sekolah serupa hadir di kabupaten dan kota lainnya,” katanya.
Vasko menilai keberhasilan menghadirkan Sekolah Rakyat di Sumbar tidak lepas dari sinergi pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengawal Program Strategis Nasional.
Sebelumnya, pada 11 November 2025, Vasko bersama Bupati Limapuluh Kota, Bupati Solok, dan Bupati Dharmasraya telah bertemu jajaran Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial serta Ditjen Strategis Kementerian PUPR untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di Sumbar.
Saat itu Vasko menegaskan keberhasilan program nasional sangat ditentukan kesiapan daerah dalam membangun komunikasi dan memenuhi persyaratan.
“Daerah harus aktif, komunikatif, dan siap bergerak. Semakin cepat kita menyiapkan dukungan dan lahan, semakin cepat pula manfaat program ini dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Upaya itu kini membuahkan hasil dengan beroperasinya SRT Dharmasraya sebagai Sekolah Rakyat permanen pertama di Sumbar.
Sekolah Rakyat merupakan Program Strategis Nasional untuk anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Seluruh peserta didik mendapat pendidikan gratis dengan sistem berasrama.
Pemerintah juga menyediakan makanan bergizi, internet, komputer, pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS), dan penguatan literasi digital.
Kepala BBPPKS Wildan Humaidi mengatakan, seluruh kebutuhan dasar siswa dipenuhi pemerintah agar mereka fokus belajar dan mengembangkan potensi.
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, SRT Dharmasraya dengan kapasitas 1.000 siswa menampung 390 peserta didik dari berbagai daerah.
Rinciannya 268 siswa dari Kabupaten Dharmasraya, 60 dari Kabupaten Solok, 60 dari Kota Padang, serta masing-masing 1 siswa dari Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Bukittinggi.
Pemerintah Pusat menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat permanen setiap tahun hingga mencapai 500 sekolah pada 2029.
Pemprov Sumbar menyatakan siap bersinergi dengan pusat agar semakin banyak anak Sumbar mendapat pendidikan berkualitas tanpa terkendala ekonomi keluarga.