Listrik Rumah Diputus, Keluarga Yansen A. Binti Pertanyakan Prosedur PLN

Listrik Rumah Diputus, Keluarga Yansen A. Binti Pertanyakan Prosedur PLN
Ketua Umum DPN Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Indonesia, Yansen A. Binti. (Foto: Chaterine/dok)

Palangka Raya-Spektroom : Listrik rumah Ketua Umum DPN Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Indonesia, Yansen A. Binti, di Jalan Batu Suli VD Nomor 03, Palangka Raya, mendadak padam pada Rabu (23/9/2026). Keluarga kemudian mengetahui meteran listrik rumah tersebut telah dicabut dan dibawa petugas.

Peristiwa itu menjadi perhatian keluarga karena kedatangan petugas sebelumnya disebut disampaikan sebagai kegiatan pengecekan listrik. Namun, pemeriksaan tersebut berakhir dengan pemutusan aliran listrik dan pengambilan meteran.

Anak Yansen, Daud, yang berada di rumah saat petugas datang, mengatakan dirinya diminta menandatangani surat yang disodorkan petugas.

“Mereka datang saat itu hanya meminta izin untuk mengecek listrik dan menyodorkan surat untuk segera saya tanda tangani. Saya tanda tangan karena saat itu sedang sibuk di rumah,” ungkap Daud.

Tidak lama kemudian, listrik di rumah padam. Saat keluar rumah, Daud melihat sejumlah petugas PLN bersama petugas kepolisian meninggalkan lokasi menggunakan dua kendaraan.

Keluarga pun mempertanyakan tindakan tersebut, terutama karena mereka mengaku tidak memperoleh penjelasan sebelumnya bahwa meteran akan dicabut dan dibawa.

Yansen kemudian mendatangi kantor PLN di Jalan Ahmad Yani, Palangka Raya, untuk meminta penjelasan mengenai peristiwa tersebut.

Menurut Yansen, dari keterangan yang diterimanya, petugas yang melakukan penertiban merupakan tenaga outsourcing yang menjalankan kegiatan penertiban listrik di wilayah Kota Palangka Raya.

Ia mempertanyakan prosedur pemeriksaan dan penertiban yang diterapkan kepada pelanggan.

“Seharusnya dalam melaksanakan penertiban harus ada etika dan aturan yang dipakai,” ujar Yansen.

Menurutnya, apabila terdapat persoalan pada instalasi, meteran, maupun penggunaan listrik, pelanggan semestinya mendapatkan penjelasan mengenai dasar pemeriksaan serta tindakan yang akan dilakukan.

“Kalau memang mau dicabut, tolong disampaikan terlebih dahulu. Kalau masih ada yang menggunakan listrik, baik untuk mandi maupun memasak, berikan kesempatan untuk bersiap karena listrik mau dicabut,” katanya.

Bagi keluarga, persoalan tersebut bukan semata-mata soal listrik yang padam. Cara petugas menyampaikan informasi dan menjalankan prosedur juga menjadi perhatian, karena menyangkut hubungan pelayanan antara pelanggan dan penyedia listrik.

Atas nama DPN Gerdayak Indonesia, Yansen meminta PLN memberikan klarifikasi resmi mengenai tindakan petugas di rumahnya.

“Di mana negara hadir untuk rakyatnya? Kalau memang mau diganti menggunakan meteran token, caranya harus tetap mengikuti aturan dan tata krama sosial,” tegasnya.

Yansen berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan klarifikasi resmi sehingga tidak berkembang menjadi persoalan antara masyarakat dan petugas di lapangan.

PLN Belum Memberikan Klarifikasi

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan resmi dari PLN mengenai kronologi pemeriksaan di rumah Yansen A. Binti, dasar pencabutan meteran, hasil pemeriksaan P2TL, serta dokumen atau berita acara yang menjadi dasar tindakan tersebut.

Klarifikasi PLN penting untuk memberikan gambaran utuh kepada publik mengenai prosedur pemeriksaan dan penertiban listrik, termasuk hak dan kewajiban pelanggan ketika dilakukan pemeriksaan atau pencabutan meteran.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi PLN maupun pihak terkait atas pemberitaan ini. (Polin-Ctr )

Berita terkait

Pemkab Dharmasraya Mulai Pengaspalan Jalan Pulau Punjung-Lubuk Bulang, Perkuat Akses Jalan Alternatif Menuju Timpeh

Pemkab Dharmasraya Mulai Pengaspalan Jalan Pulau Punjung-Lubuk Bulang, Perkuat Akses Jalan Alternatif Menuju Timpeh

Dharmasraya–Spektroom: Pemerintah Kabupaten Dharmasraya di bawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani dan Wakil Bupati Leli Arni terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan sebagai upaya memperlancar mobilitas masyarakat dan memperkuat konektivitas antarwilayah. Salah satu ruas yang mulai ditangani adalah Jalan Pulau Punjung - Lubuk Bulang yang selama bertahun-tahun belum tersentuh perbaikan.

Riswan Idris, Rafles
Sekolah Lansia Pelangi Senja Wisuda 35 Lansia, Jadi Bukti Semangat Belajar Tak Mengenal Usia

Sekolah Lansia Pelangi Senja Wisuda 35 Lansia, Jadi Bukti Semangat Belajar Tak Mengenal Usia

Tidore-Spektroom : Sebanyak 35 siswa lanjut usia mengikuti prosesi wisuda Sekolah Lansia Pelangi Senja Kelurahan Gubukusuma Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Kepulauan, Selasa (23/09/2026). Wisuda ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan semangat para lansia dalam menyelesaikan proses pembelajaran. Kegiatan wisuda berlangsung khidmat dan penuh keharuan. Para wisudawan yang

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Empat Tersangka, Ribuan Gram Narkoba: Jejak Perang Sunyi Melawan Barang Haram di Kalbar

Empat Tersangka, Ribuan Gram Narkoba: Jejak Perang Sunyi Melawan Barang Haram di Kalbar

Pontianak-Spektroom : Di balik hiruk-pikuk aktivitas masyarakat yang berjalan seperti biasa, aparat kepolisian di Kalimantan Barat kembali menemukan jejak peredaran narkotika yang diam-diam menyusup ke berbagai lini kehidupan. Dalam kurun Juli hingga September 2026, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalbar mengungkap dua kasus besar yang memperlihatkan betapa masifnya ancaman narkoba di

Apolonius Welly, Rafles