Trending

Geliat Jakarta Pasca Lebaran 2026 : Dompet Tipis Harga Cabai dan Sayur Masih "Pedas"

Geliat Jakarta Pasca Lebaran 2026 : Dompet Tipis Harga Cabai dan Sayur Masih "Pedas"
H Plus 3 Lebaran 2026 suasana pasar Deprok, Cipinang Muara, Jakarta Timur, Selasa (24/3/2026) (Foto Spektroom)

Jakarta-Spektroom : H plus 3 Lebaran geliat arus balik dan aktivitas di Jakarta berangsur - angsur mulai terlihat, meskipun jalanan utama umumnya masih cenderung lebih lengang dibandingkan hari kerja.

Pantauan Spektroom, Selasa (24/3/2026) pemudik yang kembali ke Jakarta mulai terlihat diberbagai titik, seperti Stasiun Pasar Senen, Gambir, Jakarta Pusat. Begitu pula di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur.

Lalu lintas di beberapa ruas jalan protokol Ibukota ramai oleh aktivitas silaturahmi seperti jalan Sudirman, Thamrin, dan Gatot Subroto. Namun, secara keseluruhan masih tergolong lancar.

Geliat ekonomi dan keramaian terlihat di tempat wisata Jakarta seperti di Ragunan, Jakarta Selatan dan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur

Sementara itu, aktivitas jual beli kembali berjalan di pasar tradisional. Namun, harga berbagai jenis sayur-mayur terpantau belum stabil dan cenderung masih tinggi di beberapa wilayah.

" Mahal Ketimun Rp15 ribu, biasa Rp8 - Rp10 ribu per kilo. Kacang panjang Rp30 ribu biasanya Rp 15 hingga Rp17 ribu per kilo" ujar Ibu Rina kepada Spektroom, di Pasar Deprok, Cipinang Muara, Jakarta Timur, Selasa (24/3/2026)

Ibu rumah tangga warga Duren Sawit ini juga mengeluhkan harga cabai masih tinggi pasca lebaran

" Cabai rawit merah masih mahal juga Pak harganya Rp100 ribu per kilo biasanya Rp 50 hingga Rp60 ribu. ucapnya

Beberapa pedagang mengakui kondisi ini didorong oleh keterbatasan stok pasca libur panjang, gangguan distribusi, serta cuaca buruk yang mempengaruhi panen.

Berita terkait

Pramono Targetkan Seluruh 267 Kelurahan Ikuti Benyamin S Award 2027

Pramono Targetkan Seluruh 267 Kelurahan Ikuti Benyamin S Award 2027

Jakarta-Spektroom: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan seluruh 267 kelurahan di Jakarta berpartisipasi dalam Benyamin S Award (BSA) pada 2027. Target tersebut diharapkan mendorong pemerataan peningkatan kualitas lingkungan, pengembangan inovasi wilayah, serta penguatan peran masyarakat dalam mewujudkan Jakarta yang bersih, nyaman, indah, dan sejahtera. Target itu disampaikan Pramono saat

Irvan Idris Saleh, Julianto