Gelombang Tinggi 1,25 - 2,5 Meter dan Angin Kencang Masih Mengancam Sejumlah Perairan di Maluku Utara

Gelombang Tinggi 1,25 - 2,5 Meter dan Angin Kencang Masih Mengancam Sejumlah Perairan di Maluku Utara
Ilustrasi Gelombang Tinggi. (Sumber : BMKG)

Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di Wilayah Maluku Utara mulai tanggal 9 - 13 September 2026.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Prakirawan Marini Zahrina Ismah Albaar dalam releasenya Rabu (9/9/2026) mengatakan, wilayah Indonesia Utara ekuator umumnya bertiup dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5 - 22 knot, sedangkan Wilayah Selatan Indonesia dari Timur hingga Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 - 33 knot.

"Rata-rata tinggi gelombang di perairan Maluku Utara mencapai 1,25 - 2,5 meter," ujar Marini.

Tinggi gelombang tersebut berpeluang terjadi di perairan Halmahera Barat, Kepulauan Batang Dua, perairan Ternate, perairan Gebe, Barat Kayla, Barat Bacan, Barat Laut Obi, Barat Daya Obi, Timur Laut Obi, Tenggara Obi, Utara Mangoli, Timur Sanana, Barat Sanana dan Selatan Taliabu.

Dengan kondisi ini beresiko terhadap keselamatan pelayaran, perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Kepada para nakhoda maupun motoris serta masyarakat pengguna jasa transportasi laut juga nelayan diminta untuk tingkatkan kewaspadaan dalam berlayar, jika kondisi Laut gelombang tinggi jangan memaksakan kehendak untuk berlayar dan menangguhkan keberangkatan demi keselamatan.

Perusahaan Pelayaran juga masyarakat hendaknya selalu memperoleh informasi dari BMKG serta instansi berwenang tentang kondisi cuaca dan tinggi gelombang.

Berita terkait

Bodewin Tak Mau Festival Benteng Nieuw Victoria Sekadar Seremoni: Harus Jadi Agenda Tahunan

Bodewin Tak Mau Festival Benteng Nieuw Victoria Sekadar Seremoni: Harus Jadi Agenda Tahunan

Ambon-Spektroom : Festival Benteng Nieuw Victoria 2026 resmi ditutup di Lapangan Merdeka Ambon, Selasa (8/9/2026). Namun, bagi Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, berakhirnya festival bukan alasan untuk menghentikan gaungnya. Bodewin justru mendorong Festival Benteng Nieuw Victoria digelar setiap tahun dan menjadi agenda budaya yang mampu menghidupkan sejarah sekaligus

Eva Moenandar, Rafles