Gelombang Tinggi Ancam Maluku Utara, BMKG Terbitkan Peringatan Dini untuk 7–8 April 2026
Ternate–Spektroom : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini potensi peningkatan gelombang tinggi akibat cuaca buruk yang berpotensi melanda sejumlah perairan di Maluku Utara pada Selasa dan Rabu, 7–8 April 2026.
Dalam rilis resmi yang diterima Spektroom, Selasa (7/4/2026), Prakirawan BMKG Muhammad Fauzi Bintiang menyampaikan bahwa gelombang tinggi diperkirakan dapat terjadi di beberapa jalur pelayaran penting, terutama rute Ternate–Barang Dua–Bitung, Ternate–Dama, Ternate–Patani–Gebe, dan Patani–Tobelo, dengan tinggi gelombang mencapai 0,25 hingga 1,5 meter.
Sejumlah rute lainnya juga berstatus waspada, seperti perairan Ternate–Jailolo, Ternate–Sidangoli, Ternate–Hiri, Ternate–Sofifi–Dowora, Ternate–Rum, Ternate–Loleo, Ternate–Moti–Makian–Kayoa–Babang, Tobelo–Daruba Morotai, Tobelo–Subaim, Maba–Buli, Weda–Mesa–Tomara, Weda–Mesa–Patani, Bacan–Laiwui–Mangoli–Sanana, Babang–Saketa, serta Sanana–Falabisahaya–Bobong, di mana tinggi gelombang diprediksi berkisar 0,25 hingga 1,25 meter.
“Pada siang dan sore hari, cuaca umumnya cerah berawan dengan potensi hujan lebat di wilayah Sanana, Falabisahaya, dan Bobong,” ujar Fauzi.
BMKG meminta perusahaan pelayaran, motoris kapal, nelayan, serta masyarakat pengguna transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika kondisi cuaca tidak mendukung, BMKG mengimbau agar aktivitas pelayaran ditunda demi keselamatan.
BMKG juga menegaskan pentingnya masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi guna mencegah risiko yang tidak diinginkan akibat perubahan cuaca ekstrem di wilayah perairan Maluku Utara.