Palu Dilanda Gempa, Akibat Aktivitas Sesar Aktif & Tidak Berpotensi Tsunami

Palu Dilanda Gempa, Akibat Aktivitas Sesar Aktif & Tidak  Berpotensi Tsunami
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto (Tengah). (Foto Capture YouTube Info BMKG).

Jakarta - Spektroom: Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah dan sekitarnya pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 Wita.

Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,7. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,03° LS ; 120,24° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 42 km tenggara Palu, Sulawesi Tengah pada kedalaman 10 km.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto, menyatakan gempa terjadi pada kedalaman 10 km dan tidak berpotensi tsunami.

"Akibat getaran gempa, sejumlah warga di Palu panik dan berhamburan keluar bangunan untuk menyelamatkan diri. Getaran gempa tak hanya dialami oleh warga di Palu, tapi juga daerah sekitarnya" ujarnnya pada virtual Press Conference melalui kanal YouTube Info BMKG, Selasa (16/6/2026).

audio-thumbnail
Gempa Palu WIDAYANTO
0:00
/104.21

Wijayanto menjelaskan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.

Menurutnya berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) dan hasil observasi instrumentasi, gempa bumi ini dirasakan dengan:

1. Skala intensitas VI-VII MMI di Palu

2. Skala intensitas V-VI MMI di Sigi

3. Skala intensitas III MMI di Polewalimandar, Mamasa, Mamuju, Pasang Kayu

4. Skala intensitas II-III MMI di Pinrang, Pare-Pare, Pohuwatu, Boalemo, Kab. Gorontalo Utara, Kab. Gorontalo, Luwu Utara

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini Tidak Berpotensi Tsunami. Hingga pukul 11.20.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 9 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M5,1" rincinya.

Namun demikian, BMKG akan terus memonitor perkembangan aktivitas gempa bumi susulan, dampak gempa bumi ini, serta segera menginformasikan kepada stakeholder, media dan masyarakat.

Foto Capture YouTube Info BMKG

Wijayanto juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi BMKG" Pungkasnya.(@Ng).

Berita terkait

Bupati Annisa dan TNI Resmikan Jembatan Aramco di Dharmasraya, Wujud Dukungan Presiden Prabowo untuk Akses Masyarakat

Bupati Annisa dan TNI Resmikan Jembatan Aramco di Dharmasraya, Wujud Dukungan Presiden Prabowo untuk Akses Masyarakat

Dharmasraya–Spektroom : Upaya membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan akses masyarakat di Kabupaten Dharmasraya kembali menunjukkan hasil nyata. Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, bersama perwakilan Komando Distrik Militer (Kodim) 0310/Sawahlunto-Sijunjung, Lettu Magel Hendri, meresmikan penggunaan Jembatan Aramco Batang Siraho di Nagari Lubuk Karak, Kecamatan Sembilan Koto, Senin (15/6/2026)

Riswan Idris, Rafles