Nurochman Buka BISTF 2026, Kota Batu Pecahkan Rekor Peserta Kejuaraan Paralayang Internasional
Batu-Spektroom : Wali Kota Batu, Nurochman, secara resmi membuka Kejuaraan Paralayang Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) 2026 di Landing Paralayang Songgomaruto, Jumat (31/7/2026).
Kejuaraan yang berlangsung hingga 2 Agustus mendatang itu menjadi momentum penting bagi Kota Batu setelah mencatat rekor sebagai seri dengan jumlah peserta terbanyak dalam rangkaian Indonesia Paragliding Accuracy Championship (IPEC) 2026, yakni diikuti 75 atlet dari Indonesia dan mancanegara.

Pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri Kapolres Batu, jajaran Forkopimda, Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Ketua Pengurus Provinsi FASI Jawa Timur, kepala organisasi perangkat daerah, serta para atlet peserta BISTF 2026.
Di hadapan para atlet dan tamu undangan, Nurochman menegaskan bahwa olahraga paralayang telah menjadi bagian dari identitas Kota Batu. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menjaga keberlanjutan event internasional tersebut sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
Menurutnya, kejuaraan olahraga tidak lagi sekadar mengejar prestasi atlet, tetapi juga menjadi media promosi daerah yang efektif karena menghadirkan peserta dan wisatawan dari berbagai wilayah bahkan luar negeri.
"Kejuaraan ini harus terus kita kembangkan. Selain melahirkan atlet, kegiatan ini juga menghadirkan tamu dari berbagai negara sehingga memberikan manfaat bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat," ujar Nurochman.
Ia berharap penyelenggaraan BISTF setiap tahun mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi masyarakat. Kehadiran ratusan atlet, ofisial, dan wisatawan diyakini dapat meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan usaha kuliner, transportasi, hingga membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM Kota Batu.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, mengungkapkan penyelenggaraan tahun ini menjadi pencapaian tersendiri. Selain mengalami peningkatan dibanding tahun lalu, jumlah peserta yang hadir juga menjadi yang tertinggi dibandingkan seluruh seri IPEC 2026 yang telah digelar di berbagai daerah.
"Kalau dilihat dari jumlah peserta dibandingkan tahun lalu memang ada kenaikan. Dibandingkan seri-seri IPEC yang dilaksanakan tahun ini di daerah lain, Kota Batu menjadi yang terbanyak dengan 75 peserta," kata Onny.
Onny menjelaskan, antusiasme peserta sesungguhnya lebih besar. Panitia mencatat sebanyak 85 atlet telah mendaftarkan diri, namun 10 atlet dari luar negeri, terutama Mongolia dan India, batal hadir karena terkendala transportasi.
Meski demikian, kejuaraan tetap berlangsung kompetitif dengan diikuti atlet dari Sulawesi Tengah, Kalimantan, Lombok, dan Kota Batu yang menurunkan sekitar 16 atlet. Sebanyak 12 atlet asal Malaysia juga ikut ambil bagian sehingga semakin mempertegas status internasional BISTF 2026.
Menurut Onny, tingginya partisipasi atlet menjadi bukti bahwa Kota Batu semakin dipercaya sebagai tuan rumah kejuaraan paralayang. Ke depan, Pemerintah Kota Batu akan terus menyempurnakan fasilitas venue agar memenuhi standar internasional, mulai dari akses jalan, area istirahat atlet, hingga jalur mobilitas dari lokasi pendaratan menuju titik lepas landas (take off).
"Kami berusaha semaksimal mungkin agar semua atlet terlayani dengan baik dan tetap mengutamakan faktor keselamatan. Tahun ini kami juga mengganti transportasi atlet dari kendaraan roda dua menjadi kendaraan roda empat agar lebih aman dan nyaman," ujar Onny.
Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi Paralayang Jawa Timur, Arif Eko Wahyudi, mengingatkan seluruh peserta agar selalu mengutamakan aspek keselamatan selama bertanding. Ia berharap kejuaraan ini menjadi wadah lahirnya atlet-atlet baru yang mampu mengharumkan nama Jawa Timur dan Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui penyelenggaraan BISTF 2026, Pemerintah Kota Batu terus memperkuat sinergi antara olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Kejuaraan ini diharapkan semakin mengukuhkan Kota Batu sebagai destinasi sport tourism unggulan Indonesia sekaligus memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui meningkatnya kunjungan wisatawan.