GeMOY SeJIWA, Inovasi UPT Puskesmas Timpeh Tingkatkan Kepatuhan Berobat Pasien Kesehatan Jiwa Melalui Pendampingan Keluarga

GeMOY SeJIWA, Inovasi UPT Puskesmas Timpeh Tingkatkan Kepatuhan Berobat Pasien Kesehatan Jiwa Melalui Pendampingan Keluarga
GeMOY SeJIWA, Inovasi UPT Puskesmas Timpeh Tingkatkan Kepatuhan Berobat Pasien Kesehatan Jiwa Melalui Pendampingan Keluarga (Design foto: Riswan/Spektroom)

Dharmasraya–Spektroom : UPT Puskesmas Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan jiwa bertajuk GeMOY SeJIWA (Gerakan Minum Obat Yuk Sehatkan Jiwa) sebagai upaya meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan secara teratur. Program ini mengedepankan edukasi, pendampingan, pemantauan, serta pelibatan keluarga dan kader kesehatan guna mendukung keberhasilan terapi pasien.

Inovasi tersebut menjadi bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa serta mendukung pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan, khususnya dalam meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat.

Melalui GeMOY SeJIWA, tenaga kesehatan tidak hanya memberikan layanan saat pasien datang ke puskesmas, tetapi juga melakukan pendampingan secara berkelanjutan. Kegiatan meliputi edukasi mengenai pentingnya kepatuhan minum obat, koordinasi dengan keluarga dan kader kesehatan, hingga kunjungan rumah bagi pasien yang memerlukan pemantauan lanjutan.

Pendekatan tersebut memungkinkan petugas kesehatan memantau perkembangan kondisi pasien secara berkala sekaligus mengidentifikasi lebih dini berbagai kendala yang dapat menghambat proses pengobatan. Dengan demikian, langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sehingga peluang keberhasilan terapi semakin meningkat.

Inovator GeMOY SeJIWA, Ns. Eka Fitriyanti, S.Kep, mengatakan bahwa keberhasilan penanganan gangguan kesehatan jiwa tidak hanya ditentukan oleh terapi medis, tetapi juga sangat dipengaruhi dukungan keluarga dan lingkungan sekitar.

"GeMOY SeJIWA hadir untuk memastikan pasien tidak menjalani pengobatan sendirian. Kami membangun pendampingan yang melibatkan keluarga, kader kesehatan, dan petugas puskesmas agar pasien tetap rutin minum obat, sehingga kondisi kesehatannya dapat terjaga dan kualitas hidupnya semakin baik," ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Timpeh, dr. Abdullah, menegaskan bahwa inovasi tersebut merupakan bentuk komitmen puskesmas dalam menghadirkan pelayanan kesehatan jiwa yang lebih dekat, mudah diakses, dan berkelanjutan.

Menurutnya, pelayanan kesehatan jiwa tidak cukup hanya dilakukan di fasilitas kesehatan, melainkan harus menyentuh lingkungan tempat pasien menjalani kehidupan sehari-hari.

"Pelayanan kesehatan jiwa tidak cukup dilakukan saat pasien datang ke puskesmas. Melalui GeMOY SeJIWA, kami hadir mendampingi pasien hingga ke rumah, memperkuat peran keluarga, dan memastikan pelayanan berlangsung secara berkelanjutan. Harapannya, kepatuhan minum obat meningkat, angka kekambuhan dapat ditekan, dan pasien mampu kembali beraktivitas secara optimal," kata dr. Abdullah, Senin (3/8/26).

Program GeMOY SeJIWA menyasar pasien yang sedang menjalani pengobatan gangguan kesehatan jiwa, keluarga atau pendamping pasien, kader kesehatan, serta masyarakat yang membutuhkan edukasi mengenai pentingnya kesehatan mental.

Selain meningkatkan kepatuhan terhadap terapi, inovasi ini juga bertujuan memperkuat peran keluarga sebagai pendamping utama pasien, meningkatkan partisipasi kader kesehatan dalam pemantauan di tingkat masyarakat, serta memperluas akses pelayanan kesehatan jiwa hingga ke tingkat rumah tangga.

Pendekatan berbasis kolaborasi tersebut dinilai sejalan dengan arah transformasi layanan kesehatan primer yang menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif, sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan berbasis komunitas.

Melalui sinergi antara tenaga kesehatan, keluarga, kader, dan masyarakat, GeMOY SeJIWA diharapkan mampu menekan angka kekambuhan pasien, meningkatkan kualitas hidup penyandang gangguan kesehatan jiwa, serta mengurangi stigma terhadap kesehatan mental di tengah masyarakat.

Inovasi yang dikembangkan UPT Puskesmas Timpeh ini menjadi salah satu contoh penguatan layanan kesehatan jiwa di tingkat puskesmas yang mengedepankan pendekatan humanis, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan pasien, sekaligus mendukung terciptanya masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan mental. (Ris1)

Berita terkait

Syalawat Masyarakat Menggema di Mesjid Raya An-Nur, Simbol Persaudaraan Menyambut HUT Riau ke-69

Syalawat Masyarakat Menggema di Mesjid Raya An-Nur, Simbol Persaudaraan Menyambut HUT Riau ke-69

Pekanbaru-Spektroom : Di halaman Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau, masyarakat larut dalam lantunan shalawat yang menggema menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Riau. Lantunan serentak, cerminan kebersamaan masih menjadi kekuatan utama masyarakat Bumi Lancang Kuning dalam menjaga persatuan dan harmoni. Cahaya lampu masjid berpadu dengan gema pujian kepada Nabi Muhammad

Salman Nurmin, Rafles
Rektor Unimerz Cup IV Menghadirkan Atmosfer Kompetitif dan Berkualitas

Rektor Unimerz Cup IV Menghadirkan Atmosfer Kompetitif dan Berkualitas

Makassar-Spektroom : Universitas Megarezky (UNIMERZ) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan olahraga nasional melalui penyelenggaraan Rektor UNIMERZ CUP IV. Turnamen tenis meja yang dilaksanakan 31 Juli 2026 hingga 3 Agustus 2026 menghadirkan atmosfer kompetisi yang kompetitif dan berkualitas dengan mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia. Dalam rilis yang diterima

Yahya Patta, Rafles
Kejari Kuansing Gelar Lelang Serentak Barang Rampasan Negara Tawarkan Emas Senilai Rp286 Juta Lebih

Kejari Kuansing Gelar Lelang Serentak Barang Rampasan Negara Tawarkan Emas Senilai Rp286 Juta Lebih

Teluk Kuantan-Spektroom : Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi akan menggelar lelang serentak barang rampasan negara pada Rabu, 12 Agustus 2026. Lelang tersebut dilaksanakan secara terbuka sebagai bagian dari upaya penegakan hukum yang transparan dan akuntabel dalam pengelolaan barang rampasan negara. Kepala Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi, M. Harun Sunadi, SE, SH, MH,

Salman Nurmin, Rafles