Gempita API Award 2025: Ketika Destinasi Baru Bersinar dan Harapan Pariwisata Indonesia
Spektroom - Riuh panggung Anugerah Pesona Indonesia (API) Award ke-9 di Kabupaten Bengkayang perlahan mereda Selasa malam itu (18/11/2025)
Namun, sorot lampu, gemuruh tepuk tangan, dan ekspresi haru para penerima penghargaan masih menyisakan kesan yang sulit dilupakan.
Tahun 2025 menjadi panggung spesial, bukan hanya karena perhelatan ini kembali menghadirkan kebanggaan daerah, tetapi juga karena lahirnya kategori baru yang memberi ruang bagi destinasi-destinasi muda untuk tampil ke permukaan: Kategori Destinasi Wisata Baru.
Sorotan publik langsung tertuju pada Desa Wisata Waisala, Seram Bagian Barat, Maluku, yang dinobatkan sebagai Terbaik Satu.
Desa yang selama ini dikenal senyap dalam peta wisata nasional itu kini tampil sebagai primadona baru.
Disusul Desa Wisata Bukit Batu dari Bengkalis, Riau sebagai Terbaik Dua, dan Desa Wisata Balian Baru dari Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan sebagai Terbaik Tiga.
Ketiganya tidak hanya membawa pulang piala, tetapi juga harapan baru bahwa potensi pariwisata Indonesia masih sangat luas untuk dikembangkan.
Namun kejutan terbesar malam itu hadir ketika penghargaan Juara Favorit diumumkan. Sejenak suasana hening.
Semua menunggu, sebagian menahan napas. MC lalu menyebut nama yang begitu tak terduga:
Minuman Tradisional Sirup Mangrove Langsa dari Aceh. Keheningan berubah menjadi riuh, tamu undangan saling berpandangan, lalu kembali bertepuk tangan.

Di tengah derasnya inovasi kuliner modern, minuman berbahan mangrove ini justru memikat hati publik dan membawa pulang gelar favorit. Sebuah momen yang menegaskan bahwa keaslian dan kekayaan lokal selalu punya tempat tersendiri di hati masyarakat.
Di penghujung acara, Advisor API Award, Patrice Rio Capella, menitipkan pesan yang menggugah.
Kepada insan pariwisata, pemerintah daerah, komunitas kreatif, dan semua pelaku yang selama ini bekerja dalam diam, ia menegaskan bahwa perjalanan panjang API Award adalah saksi betapa besarnya potensi negeri ini.
“Semoga penghargaan ini menjadi energi baru bagi pariwisata Indonesia untuk tumbuh dan terus bergerak,” ujarnya.
Malam itu, Bengkayang bukan sekadar menjadi tuan rumah. Ia menjadi panggung berkumpulnya harapan.
Dari Waisala di Maluku hingga Langsa di Aceh, dari Sabang sampai Merauke, API Award 2025 membuktikan bahwa semangat pariwisata Indonesia belum padam. Ia sedang menyala—pelan, tapi pasti—menerangi masa depan.//
Editor. : Biantoro.