Trending

Gerakan Indonesia Berkiblat Digelar Serentak di Palangka Raya

Gerakan Indonesia Berkiblat Digelar Serentak di Palangka Raya
Kepala Kemenag Kota Palangka Raya, Muhidin Arifin, Kasubag TU Gunawan, Kasi Bimas Islam M Mahbub dan Pengurus masjid Aqidah. (HKP Kemenag PRaya)

Palangka Raya - Spektroom: Tepat pukul 16.27 WIB, halaman Masjid Aqidah di Jalan Tambun Bungai, Palangka Raya, menjadi titik berkumpul para penghulu, penyuluh agama, pengurus masjid, dan jajaran Kementerian Agama Kota Palangka Raya. Mereka memanfaatkan momen saat matahari berada tepat di atas Ka'bah untuk melakukan Rashdul Kiblat, metode ilmiah yang digunakan memastikan arah kiblat secara akurat.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 1448 Hijriah yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah sebagai upaya meningkatkan ketepatan arah kiblat masjid, musala, dan tempat ibadah umat Islam.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palangka Raya, Muhidin Arifin hadir membuka kegiatan didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha Gunawan dan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Muhammad Mahbub. Turut hadir para kepala KUA, penghulu, penyuluh agama Islam, Tim Badan Hisab Rukyat, kepala madrasah, serta pengurus masjid se-Kota Palangka Raya.

Dalam praktik Rashdul Kiblat, sebuah tonggak dipasang tegak lurus di atas bidang datar. Ketika matahari tepat berada di atas Ka'bah pada pukul 16.27 WIB, bayangan tonggak membentuk garis yang menunjukkan arah kiblat dengan tingkat akurasi sangat tinggi.

Rashdul Kiblat bukan sekadar seremoni. Ini ikhtiar kita bersama agar ibadah umat semakin sempurna.

Pengecekan arah kiblat penting dilakukan untuk memastikan posisi salat tetap akurat, terutama pada masjid atau mushala yang telah lama berdiri maupun yang pernah mengalami renovasi.

Pelaksanaan Rashdul Kiblat juga di Masjid Gede Daruttaqwa Kalampangan, dipimpin Kepala KUA Sabangau, Fahriansyah. Arah kiblat merupakan bagian penting dalam kesempurnaan ibadah umat Islam.

Kementerian Agama Kota Palangka Raya mengajak pengurus masjid dan masyarakat memanfaatkan fenomena Rashdul Kiblat untuk memverifikasi kembali arah kiblat. Sebab, satu kali pengecekan yang tepat dapat menjadi bekal bagi kekhusyukan ibadah umat dalam jangka panjang. (Polin-Eka)

Berita terkait

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Perkuat Program M4CR, Pemprov Riau Terima Kunjungan Kementerian Kehutanan RI

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia, Jumat (30/10/2026). Pertemuan yang membahas program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) tersebut dipimpin oleh PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi di

Salman Nurmin, Rafles
Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Wali Kota Tak Ingin Ambon Cuma Bangga Jadi Kota Musik, Pendidikan Musik Dibidik Masuk Semua Sekolah

Ambon–Spektroom : Predikat Ambon sebagai UNESCO City of Music tidak boleh berhenti sebatas pengakuan dunia dan kemeriahan festival. Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, ingin memastikan identitas musik kota ini tetap hidup melalui lahirnya generasi musisi baru dari bangku sekolah. Salah satu langkah yang disiapkan adalah memperluas pendidikan musik ke seluruh

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru