Trending

Gonggong, Siput Laut yang Naik Kelas Menjadi Sambal Ikon Tanjungpinang

Gonggong, Siput Laut yang Naik Kelas Menjadi Sambal Ikon Tanjungpinang
Gonggong merupakan Kuliner khas Kepulauan Riau(Foto:Desmawati)

Tanjungpinang- Spektroom - Bagi masyarakat Kepulauan Riau, gonggong bukan sekadar siput laut. Hidangan boga bahari yang dikenal sebagai makanan khas Batam dan Tanjungpinang itu kini mendapat sentuhan baru dari tangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Diolah menjadi sambal, gonggong yang selama ini lazim disantap setelah direbus kini menjelma menjadi salah satu produk unggulan daerah Tanjungpinang.

Gonggong merupakan jenis siput laut Strombus turturella. Hewan laut ini memiliki cangkang keras dengan daging bertekstur kenyal dan cita rasa gurih alami. Cara menyantapnya pun khas, yakni dengan menarik bagian ujung daging menggunakan tusuk gigi.

Kandungan protein dan mineral membuat gonggong memiliki nilai pangan tersendiri. Namun, bahan pangan laut tersebut juga mengandung kolesterol sehingga tetap perlu dikonsumsi secara bijak.

Di tangan kelompok UMKM yang dipimpin Nurdatul Mar’ah, gonggong tidak berhenti sebagai hidangan rumahan. Bahan laut khas Kepulauan Riau itu diolah menjadi sambal yang lebih praktis dan berpotensi menjadi buah tangan bagi wisatawan maupun tamu dari luar daerah.

“Awalnya UMKM kami sudah ada produk sambal. Selama ini kami mandiri, kemudian ada pencanangan dari bapak wali kota untuk membuat makanan khas sebagai produk unggulan, maka dipilihlah sambal,” kata Nurdatul, Selasa (18/8/2026).

Kelompok tersebut terdiri atas 10 pelaku usaha. Sebanyak tujuh pelaku memproduksi sambal, sementara tiga lainnya mengembangkan produk abon.

Tidak hanya sambal gonggong, mereka juga membuat sejumlah sambal berbahan hasil laut lainnya, seperti sambal teri cabai hijau dan merah, sambal cumi, sambal ebi dan rebon, serta sambal cakalang.

Sambal Gonggong Produk UMKM Tanjunpinang(Foto:Diskominfo)

Bagi Nurdatul, pengembangan sambal gonggong bukan semata soal memperbanyak jenis produk. Ada harapan agar kekayaan laut Tanjungpinang dapat semakin dikenal melalui produk yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Promosi pun mulai dilakukan melalui berbagai kegiatan pemerintah. Salah satunya dengan memasukkan sambal produksi kelompok tersebut ke dalam bingkisan untuk tamu pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

“Alhamdulillah, salah satu isi bingkisan bagi tamu di upacara 17 Agustus adalah sambal kami. Jadi mungkin ke depannya, kalau ada tamu dari luar di OPD-OPD, bisa membawa sambal ini sebagai oleh-oleh,” ujarnya.

Saat ini pemasaran sambal lebih banyak dilakukan secara daring. Masyarakat yang ingin membeli dapat menghubungi pelaku UMKM melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Tanjungpinang.

Peluang untuk memperluas pasar melalui swalayan juga terbuka. Namun, ada tantangan yang harus diperhatikan. Sambal gonggong diproduksi tanpa bahan pengawet sehingga memiliki masa simpan relatif terbatas.

Pada suhu ruang, sambal dapat bertahan sekitar tujuh hari. Sementara jika disimpan dalam chiller, masa simpannya bisa mencapai satu hingga dua bulan.

Karena itu, Nurdatul berharap kerja sama dengan swalayan ke depan tidak hanya membuka ruang pemasaran, tetapi juga disertai fasilitas penyimpanan yang sesuai.

“Kalau memang akan ada kerja sama ke depannya dengan swalayan, kami minta ada chiller yang khusus buat sambal,” tuturnya.

Sambal gonggong merupakan salah satu produk unggulan daerah yang diluncurkan Pemerintah Kota Tanjungpinang. Produk tersebut berasal dari kelompok industri kecil dan menengah (IKM) serta UMKM binaan pemerintah daerah.

Selain sambal gonggong, produk unggulan lainnya antara lain serundeng tongkol, serundeng tamban, stik otak-otak, otak-otak frozen, bilis kriuk, jilbab, hingga film dokumenter sejarah Melayu.

Bagi Tanjungpinang, pengolahan gonggong menjadi sambal menunjukkan bahwa kekayaan laut tidak harus berhenti sebagai hidangan di meja makan. Dengan kreativitas pelaku usaha, cita rasa khas pesisir dapat dikemas menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus membawa identitas daerah lebih jauh.

Dari cangkang siput laut yang sederhana, gonggong kini menemukan jalan baru: menjadi sambal yang membawa rasa Tanjungpinang dalam setiap kemasannya.

Berita terkait

Semangat Sumpah Pemuda, Generasi Muda Sleman Diajak Wujudkan Aksi Nyata Bela Negara

Semangat Sumpah Pemuda, Generasi Muda Sleman Diajak Wujudkan Aksi Nyata Bela Negara

Sleman-Spektroom : Semangat Sumpah Pemuda tidak cukup diwujudkan melalui peringatan setiap tahun, tetapi perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda didorong mengambil peran aktif di lingkungan masing-masing dengan mengembangkan potensi, menjaga persatuan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air. Pesan tersebut mengemuka dalam Talkshow Pasar Bela

Fatmawaty, Bian Pamungkas
BULOG Kanwil Yogyakarta Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP hingga Banyumas dan Magelang

BULOG Kanwil Yogyakarta Perketat Pengawasan Penyaluran Beras SPHP hingga Banyumas dan Magelang

Yogyakarta-Spektroom : Perum BULOG Kantor Wilayah Yogyakarta mengintensifkan pengawasan penyaluran beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi beras berjalan tertib, sesuai ketentuan, serta tepat sasaran hingga wilayah Banyumas dan Magelang. Untuk memperkuat pengawasan, BULOG Kanwil Yogyakarta telah membentuk

Fatmawaty, Bian Pamungkas
231 RW di Surabaya Diajak Tanam Cabai, Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

231 RW di Surabaya Diajak Tanam Cabai, Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

Surabaya-Spektroom : Pemerintah Kota Surabaya mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah dan ruang terbatas di lingkungan permukiman untuk menanam cabai. Gerakan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dapur secara mandiri sekaligus memperkuat ketahanan pangan mulai dari tingkat keluarga. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan, menanam

Bian Pamungkas