Grebeg Suro ke-14 Dibuka, Pemkot Sawahlunto Tegaskan Komitmen Rawat Keberagaman Budaya

Grebeg Suro ke-14 Dibuka, Pemkot Sawahlunto Tegaskan Komitmen Rawat Keberagaman Budaya
Festival Grebeg Suro oleh Paguyuban Ki Sapu Jagad ( Foto ; Ist )

Sawahlunto– Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto menegaskan komitmennya dalam menjaga keberagaman budaya melalui pembukaan Festival Muharram Grebeg Suro ke-14 di kawasan Taman Silo Sawahlunto, Selasa (16/6/2026), sebagai rangkaian menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra membuka secara resmi Festival Muharram Grebeg Suro ke-14 yang diselenggarakan Paguyuban Ki Sapu Jagad. Pembukaan festival tersebut dihadiri tokoh budaya, tokoh agama, komunitas seni, peserta touring dari berbagai provinsi, serta masyarakat umum.

Festival tahunan itu menjadi representasi akulturasi budaya yang tumbuh di tengah masyarakat multietnis Sawahlunto. Berbagai agenda budaya dan keagamaan ditampilkan, mulai dari pawai budaya, pembagian gunungan hasil bumi, ritual pembersihan benda pusaka, tausiah keagamaan, hingga kegiatan sosial lainnya.

Panitia pelaksana melaporkan, Grebeg Suro tahun 2026 merupakan penyelenggaraan ke-14 sejak pertama kali digelar. Konsistensi pelaksanaan festival tersebut menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga tradisi yang hidup berdampingan dengan nilai keagamaan dan kehidupan sosial warga.

Tradisi Grebeg Suro yang identik dengan budaya Jawa kini telah menjadi bagian dari dinamika masyarakat kota tambang tua itu. Kehadirannya tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi lintas komunitas dan generasi.

Wali Kota Riyanda Putra menegaskan Pemerintah Kota Sawahlunto akan terus mendukung kegiatan budaya yang tumbuh dari masyarakat. Menurutnya, pelestarian budaya memiliki peran strategis dalam menjaga identitas daerah sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

"Pemerintah daerah terus mendukung berbagai kegiatan budaya yang lahir dari masyarakat. Pelestarian budaya bukan hanya menjaga warisan tradisi dan identitas daerah, tetapi juga menjadi sarana edukasi, memperkuat kebersamaan, serta memperkaya daya tarik Kota Sawahlunto," ujar Riyanda dalam sambutannya.

Ia menilai keberadaan berbagai komunitas budaya merupakan aset sosial yang harus terus dirawat agar nilai toleransi, gotong royong, dan penghormatan terhadap keberagaman dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Festival Muharram Grebeg Suro tahun ini juga menarik perhatian peserta dari luar daerah. Sejumlah komunitas touring dan otomotif tercatat hadir dari Riau, Jambi, Sumatera Utara, hingga Jawa Barat.

Kehadiran para pengunjung tersebut semakin menyemarakkan festival sekaligus memperkuat posisi Sawahlunto sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Sumatera Barat.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari, terutama saat pawai budaya dan pembagian gunungan hasil bumi yang menjadi agenda paling dinanti dalam tradisi Grebeg Suro.

Pemerintah Kota Sawahlunto menilai kegiatan budaya berbasis inisiatif masyarakat turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Meningkatnya kunjungan wisatawan membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan.

Sektor kuliner, perdagangan, transportasi, hingga jasa penginapan menjadi pihak yang merasakan manfaat langsung dari meningkatnya aktivitas ekonomi selama festival berlangsung.

Wali Kota Riyanda menegaskan, pengembangan sektor budaya dan pariwisata akan terus menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan daerah guna memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Sebagai kota yang menyandang status Warisan Dunia UNESCO melalui kawasan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto, pelestarian tradisi dan budaya masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam memperkaya narasi sejarah serta identitas daerah.

Festival Muharram Grebeg Suro ke-14 pun kembali menunjukkan bahwa keberagaman budaya yang tumbuh dari berbagai latar belakang etnis dapat hidup berdampingan secara harmonis dan menjadi kekuatan sosial bagi masyarakat Sawahlunto. Melalui festival yang telah berlangsung selama 14 tahun itu, Sawahlunto tidak hanya menjaga warisan sejarah pertambangan, tetapi juga merawat kekayaan budaya dan nilai kebersamaan sebagai fondasi kehidupan masyarakatnya. (Ris1)

Berita terkait

Rp12 Miliar Digelontorkan, Pemprov Kepri Sulap Taman Gurindam 12 Jadi Wajah Baru Ibu Kota

Rp12 Miliar Digelontorkan, Pemprov Kepri Sulap Taman Gurindam 12 Jadi Wajah Baru Ibu Kota

Kepri - Spektroom : Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalokasikan anggaran sebesar Rp12 miliar dari APBD Tahun Anggaran 2026 untuk melanjutkan penataan kawasan Taman Gurindam 12 di Tepi Laut, Kota Tanjungpinang. Proyek tersebut diproyeksikan menjadi wajah baru ibu kota provinsi sekaligus menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor UMKM. Kepala Dinas

Desmawati, Buang Supeno
Bupati Madiun: Data Valid Jadi Kunci Pelayanan Cepat dan Tepat Sasaran

Bupati Madiun: Data Valid Jadi Kunci Pelayanan Cepat dan Tepat Sasaran

Madiun-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Madiun menggelar Edukasi Publik Peningkatan dan Tertib Administrasi Kependudukan sebagai upaya memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi dan pembaruan data kependudukan yang akurat. Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Madiun tersebut diikuti para camat, kepala seksi pelayanan kecamatan

Moch Haryono, Buang Supeno
Pramuka Maluku Utara Didorong Bertransformasi Digital, Wagub Sarbin: Tinggalkan Program yang Tak Berdampak

Pramuka Maluku Utara Didorong Bertransformasi Digital, Wagub Sarbin: Tinggalkan Program yang Tak Berdampak

Sofifi-Spektroom : Wakil Gubernur Maluku Utara sekaligus Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Maluku Utara di Aula Bidadari Kantor Kwarda Gerakan Pramuka Maluku Utara, Sofifi, Senin sore (15/6/2026). Rakerda yang berlangsung selama

Nanang Adrany, Buang Supeno
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Gubernur Maluku dan Ketua TP PKK Jadi Pejabat Pertama yang Didata

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Gubernur Maluku dan Ketua TP PKK Jadi Pejabat Pertama yang Didata

Ambon-Spektroom: Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa menjadi pejabat daerah pertama di Bumi Raja-Raja yang didata dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) Tahun 2026. Pendataan perdana berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Maluku, kawasan Mangga Dua, Kota Ambon, Senin

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru