Ground Breaking Jembatan Gantung Garuda Tandai Percepatan Pembangunan di Lampung Timur
Lampung Timur - Spektroom : Kodam XXI Radin Inten Lampung mulai membangun Jembatan Gantung Garuda di Sungai Batanghari, Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, Rabu 1 April 2026. Jembatan ini membuka akses masyarakat sambil menunggu realisasi jembatan permanen dari pemerintah pusat.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela Chalim bersama, wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi serta Kepala Staf Kodam (Kasdam) Radin Inten Brigjen TNI Andrian Susanto meletakkan batu pertama Jembatan Gantung Garuda.
Dalam sambutannya Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat. Wagub berharap kehadiran jembatan ini mampu memperkuat konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Jembatan ini akan sangat membantu masyarakat, terutama anak-anak yang berangkat sekolah dan para pedagang yang mendistribusikan hasil bumi ke luar desa,” katanya, Rabu (1/4/2026).

Ground breaking ini, Lanjut Wagub, menjadi penanda dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang diharapkan segera rampung dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Kali Pasir dan sekitarnya.
"Kehadiran jembatan ini tidak hanya memperlancar akses, tetapi juga memperkuat persatuan serta mempercepat pembangunan di wilayah Lampung Timur" ujar Wagub Jihan lagi.
Jembatan Gantung Garuda menjadi solusi jangka menengah untuk membuka akses masyarakat Desa Kali Pasir dan Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur.
"Tidak akan ada lagi pelajar dan masyarakat menggunakan perahu getek untuk menyeberang dengan risiko kecelakaan tinggi" ujar Wagub.
Sementara itu, Kasdam II/Sriwijaya Brigjen TNI Andrian Susanto menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi pemerintah pusat. Program ini dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia.
“Jembatan memiliki peran vital dalam membuka konektivitas antarwilayah. Dengan adanya jembatan ini, diharapkan mobilitas masyarakat semakin lancar dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan,” ungkapnya.
Kasdam juga menambahkan bahwa Lampung Timur mendapatkan pembangunan jembatan dengan panjang mencapai 120 meter, menjadikannya salah satu yang terpanjang dibandingkan daerah lain dalam program tersebut.
Ditempat yang sama, Wakil Bupati Azwar Hadi menyampaikan bahwa kondisi sarana penyeberangan di alur Sungai Kali Pasir selama ini belum memenuhi standar infrastruktur yang layak. Akses yang tersedia masih bersifat sementara dan sangat bergantung pada kondisi debit air.
“Ketika debit air meningkat, mobilitas masyarakat sering terhambat, baik untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun distribusi hasil pertanian. Oleh karena itu, pembangunan jembatan ini menjadi solusi penting yang aman, permanen, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Wabub Azwar juga menyampaikan apresiasi kepada TNI, khususnya Korem 043/Garuda Hitam dan Kodim 0429/Lampung Timur, atas kontribusi nyata dalam pembangunan tersebut. Menurutnya, keterlibatan TNI merupakan wujud kemanunggalan dengan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan hingga ke pelosok desa.
Untuk diketahui, Jembatan Gantung Garuda merupakan salah satu dari program Jembatan Perintis Garuda Tahap III dan IV Kodam Radin Inten. Program ini terdiri 20 jembatan gantung masing-masing 10 titik di wilayah Lampung dan 10 titik di Bengkulu.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda sepanjang 120 meter melibatkan TNI Angkatan Darat, Pemprov Lampung dan Pemkab Lampung Timur. Pekerjaan ditargetkan selesai satu bulan. Jembatan ini khusus akses kendaraan roda dua dan jalan kaki.
Pemerintah pusat melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) sedang mempersiapkan pembangunan jembatan permanen. Persiapan sudah sampai tahap pembebasan lahan oleh Pemkab Lampung Timur.
Jembatan tersebut sekaligus menjadi simbol gotong-royong TNI dan pemerintah daerah. Realisasi proyek jembatan menegaskan komitmen TNI selalu hadir di tengah masyarakat dan membantu percepatan pembangunan daerah sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.(@Ng).