Gubernur Dorong Sarjana Universitas OSO Berperan Bangun Kalbar

Gubernur Dorong Sarjana Universitas OSO Berperan Bangun Kalbar
Foto bersama 46 Lulusan Universitas OSO dengan Tokoh Nasional Kalbar Oesman Sapta Odang selaku ketua Yayasan Pendidikan Universitas tersebut. (Foto: Adpim Pemprov Kalbar)

Spektroom - Di balik toga hitam yang dikenakan, tersimpan harapan, doa, dan perjuangan panjang para wisudawan Universitas OSO. Kamis (22/1/2026) menjadi hari yang tak terlupakan bagi 46 lulusan Universitas OSO yang secara resmi dikukuhkan pada Wisuda Sarjana ke-2 di Pontianak Convention Center (PCC).

Tangis haru, senyum bangga, dan pelukan hangat keluarga mewarnai momen sakral tersebut.

Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan M.M. M.H. yang hadir bersama Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, menaruh harapan besar di pundak para lulusan muda itu.

Di hadapan para wisudawan, ia menegaskan bahwa gelar sarjana bukan sekadar simbol akademik, melainkan amanah moral untuk memberi manfaat bagi masyarakat.

“Ilmu yang Saudara peroleh harus hidup di tengah masyarakat. Kalimantan Barat membutuhkan generasi terdidik yang berani berdiri mandiri dan berkontribusi nyata,” pesan Ria Norsan, yang disambut tepuk tangan hadirin.

Di tengah tantangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar yang masih terendah di Kalimantan, para wisudawan Universitas OSO diharapkan menjadi bagian dari solusi.

Dari kampus yang terbilang muda, lahir semangat besar untuk mengabdi dan membangun daerah.

Rektor Universitas OSO, Dr. Yarlina Yacoub, S.E., M.Si., menyampaikan rasa bangga atas capaian para lulusan angkatan pertama dan kedua.

Sejak berdiri tahun 2020, Universitas OSO terus tumbuh dengan berbagai prestasi mahasiswa hingga level internasional, termasuk kerja sama akademik lintas negara dengan Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS).

“Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menghadapi kebutuhan nyata Kalimantan Barat,” ujarnya.

Pesan reflektif datang dari Ketua Pembina Yayasan Pendidikan OSO, Dr. (H.C.) H. Oesman Sapta Odang. Tokoh nasional yang akrab disapa OSO ini mengakui bahwa pandangannya tentang pendidikan telah berubah seiring waktu.

“Pendidikan membentuk karakter dan cara berpikir. Pengalaman memang penting, tapi pendidikan memberi fondasi yang kuat,” tuturnya dengan nada penuh makna.

Ia menekankan bahwa Universitas OSO memilih jalan kualitas dibandingkan kuantitas. Baginya, membangun sumber daya manusia unggul adalah kunci mengejar ketertinggalan pendidikan di Kalimantan Barat.

Di antara deretan wisudawan, nama-nama berprestasi pun mendapat sorotan.

Dania Tri Wulandari, SH, dinobatkan sebagai lulusan dengan IPK tertinggi.

Natalia, SH, mencatatkan diri sebagai lulusan tercepat, sementara Muhammad Rifki Asudais, S.M., mengharumkan nama kampus lewat prestasi nasional di bidang digital marketing dan kiprah sebagai Duta Potensi Pemuda Inklusi 2025.

Wisuda ini bukan sekadar akhir perjalanan akademik, melainkan awal langkah pengabdian.
Dari ruang wisuda, para lulusan Universitas OSO melangkah membawa harapan baru untuk diri mereka, keluarga, dan masa depan Kalimantan Barat.

Berita terkait