Gubernur Jatim Tinjau Banjir Lamongan, Pastikan Penanganan Cepat dan Warga Aman
Banjir yang melanda wilayah Lamongan ini dipicu hujan lebat sejak Selasa malam, 6 Januari 2026 hingga dini hari.
Spektroom - Genangan air masih menyisakan lumpur di jalan-jalan Desa Laladan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Namun Sabtu (10/1/2026) pagi itu, suasana terasa berbeda. Di tengah rumah-rumah yang terdampak banjir, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir menyapa warga satu per satu, memastikan mereka baik-baik saja.
Didampingi Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, Khofifah meninjau langsung kondisi desa sekaligus menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Ia ingin memastikan penanganan banjir dilakukan cepat, tepat, dan tidak meninggalkan siapa pun.
“Saya datang langsung untuk memastikan kondisi warga. Negara harus hadir bersama masyarakat, terutama di saat-saat seperti ini. Kami ingin warga tetap tenang, karena pemerintah terus bekerja dan tidak akan meninggalkan mereka,” ujar Khofifah di lokasi genangan.
Banjir yang melanda wilayah Lamongan ini dipicu hujan lebat sejak Selasa malam, 6 Januari 2026 hingga dini hari. Kondisi diperparah oleh air kiriman dari Waduk Gondang yang membuat debit Sungai Bengawan Jero meningkat dan meluap ke sejumlah desa.
Di Kecamatan Deket, empat desa terdampak, yakni Weduni, Tukerto, Sidomulyo, dan Laladan. Air menggenangi jalan poros desa dan jalan lingkungan dengan ketinggian 10 hingga 26 sentimeter. Sebanyak 538 rumah warga terdampak, dengan rata-rata ketinggian air 5–10 sentimeter. Hingga kini, kondisi genangan dilaporkan stabil.
Meski banjir merendam ratusan rumah, Khofifah bersyukur tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Ini patut kita syukuri bersama. Namun kewaspadaan tetap harus dijaga, karena cuaca masih berpotensi hujan. Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Berdasarkan data BMKG Juanda, potensi curah hujan pada Januari 2026 diperkirakan meningkat signifikan hingga 58 persen, hampir tiga kali lipat dibanding Desember 2025.
“Januari ini merupakan periode dengan potensi curah hujan tertinggi. Karena itu, kewaspadaan harus terus ditingkatkan, baik oleh Pemerintah Daerah maupun Masyarakat,” katanya.
Menghadapi potensi Bencana Hidrometeorologi tersebut, Pemprov Jawa Timur telah melakukan berbagai upaya Mitigasi, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan sejak 5 Desember 2025.
“Ini adalah ikhtiar lahir untuk mengendalikan curah hujan dan meminimalkan risiko bencana. Tentu kami iringi dengan doa dan kerja bersama di lapangan,” jelas Khofifah.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemprov Jatim menyalurkan 200 Paket Sembako dan berbagai bantuan Logistik. Bantuan tersebut meliputi makanan siap saji, Lauk Pauk, Tambahan Gizi, selimut, perlengkapan makanan, hingga Bantuan Non- Pangan seperti Paket Kebersihan, Sandang untuk anak-anak, Lansia, Pria dan Wanita, serta 150 pasang Sepatu Boots untuk warga dan petugas di lapangan.
“Bantuan ini kami harapkan dapat meringankan beban warga dan mendukung penanganan selama masa tanggap darurat. Pemerintah akan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Selain Kecamatan Deket, banjir juga berdampak di Kecamatan Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah dengan total 1.629 rumah terdampak. Namun secara umum, kondisi genangan dilaporkan stabil dan di beberapa titik mulai surut.
BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Lamongan terus memantau kondisi lapangan. Dua unit pompa di Rumah Pompa Kalitengah dioperasikan secara maksimal, Pintu Air dibuka untuk mempercepat penurunan Debit Air Sungai Bengawan Jero. (Agus Suyono)