Gubernur Khofifah Tinjau Pembangunan Jembatan Akibat Banjir Dan Longsor di Lumajang

Gubernur Khofifah Tinjau Pembangunan Jembatan Akibat Banjir Dan Longsor di Lumajang
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Lumajang Indah Amperawati meninjau pembangunan jembatan Curah Maling–Curah Kebo di Kecamatan Senduro. (Foto : Dok. Kominfo Lumajang)

Spektroom - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung lokasi pembangunan Jembatan Curah Maling–Curah Kebo di Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, Lumajang, pada Jumat (12/12/2025). Ia memastikan proses rekonstruksi berjalan cepat berkat penggunaan jembatan bailey, struktur baja pra-fabrikasi yang kokoh dan efisien.

“Yang biasanya memakan waktu itu fondasi dan beronjong. Sekarang fondasinya sudah selesai, tinggal sedikit beronjong yang diselesaikan,” jelas Khofifah.

Metode ini memungkinkan kontruksi berjalan lebih cepat tanpa mengorbankan kekuatan, sehingga akses vital masyarakat tidak terhenti terlalu lama. Dengan progres mendekati 80 persen, Gubernur optimistis jembatan akan selesai tepat waktu.

“InsyaAllah, jembatan ini akan selesai tepat waktu dan dapat segera digunakan,” tegasnya.

Jembatan itu dibangun untuk memulihkan akses vital pascabencana banjir dan longsor yang terjadi 19 September 2025. Pembangunan Jembatan Curah Maling–Curah Kebo, kini telah mencapai 78 persen, dan menjadi titik terang bagi warga yang sempat terisolasi akibat putusnya jalur transportasi utama. Kerusakan jembatan membuat waktu tempuh perjalanan warga meningkat dua hingga tiga kali lipat, sementara distribusi barang kebutuhan sehari-hari tersendat.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menekankan bahwa jembatan ini merupakan gerbang pemulihan kehidupan masyarakat Lumajang. “Setelah jembatan ini selesai, petani bisa kembali mengirim hasil panen dengan aman, pelaku usaha menyalurkan dagangan, dan pelajar memiliki akses lancar ke sekolah,” ujarnya.

Bagi warga Kandangan dan sekitarnya, jembatan ini membawa harapan nyata. Sebelum rekonstruksi, mereka harus menempuh rute panjang melewati jalan alternatif berbatu dan rawan longsor, yang mengganggu aktivitas ekonomi dan pendidikan. Pemulihan jembatan dipandang sebagai langkah strategis untuk menormalkan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa percepatan pembangunan jembatan adalah bagian dari komitmen menjaga kesejahteraan warga pascabencana. Rekonstruksi ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi investasi sosial-ekonomi yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat Lumajang.

“Jembatan ini bukan hanya penghubung wilayah, tetapi penghubung harapan dan kesempatan warga Lumajang untuk kembali bergerak, bekerja, dan belajar dengan aman,” kata Bunda Indah.

Dengan rampungnya jembatan, denyut ekonomi Lumajang diperkirakan kembali menguat. Jalur distribusi logistik menjadi lancar, mobilitas warga lebih efisien, dan kegiatan ekonomi di pasar desa hingga perkebunan kembali hidup. Infrastruktur yang kokoh menjadi fondasi bagi pemulihan jangka panjang, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap risiko bencana di masa depan.

Pemulihan Jembatan Curah Maling–Curah Kebo menunjukkan bahwa koordinasi pemerintah provinsi, pemkab Lumajang, dan masyarakat lokal mampu menghadirkan solusi cepat dan efektif pascabencana. Sinergi ini menjadi model penanganan infrastruktur vital yang dapat ditiru oleh daerah lain dengan kondisi geografis serupa. (*)

Berita terkait

Rotasi Pejabat Pemkot Ambon Belum Final, BKPSDM Belum Serahkan Hasil Identifikasi

Rotasi Pejabat Pemkot Ambon Belum Final, BKPSDM Belum Serahkan Hasil Identifikasi

Spektroom – Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan bahwa proses rotasi dan mutasi pejabat di lingkup Pemerintah Kota Ambon belum dapat diputuskan karena Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) belum menyerahkan hasil identifikasi usulan dari seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pernyataan itu disampaikan Wattimena kepada wartawan usai rapat

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru