Bus Pemudik Terguling di Tol Pejagan, Satu Korban Tewas Dievakuasi Tim SAR

Bus Pemudik Terguling di Tol Pejagan, Satu Korban Tewas Dievakuasi Tim SAR
Proses evakuasi korban terjepit dengan memotong besi bus (Foto : Basarnas)

Brebes-Spektroom: Kecelakaan tunggal menimpa sebuah bus yang mengangkut pemudik di ruas Tol Pejagan KM 259, Kabupaten Brebes, Rabu dini hari (18/3/2026). Insiden tersebut mengakibatkan satu orang penumpang meninggal dunia.

Peristiwa itu pertama kali dilaporkan kepada Unit Siaga SAR Brebes sekitar pukul 23.30 WIB oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes. Bus dilaporkan terguling keluar jalur dan menabrak pembatas jalan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR dari Basarnas bersama unsur SAR gabungan langsung diberangkatkan ke lokasi kejadian dengan membawa peralatan ekstrikasi dan medis.

Tim tiba di lokasi sekitar pukul 23.40 WIB dan segera melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses evakuasi korban maupun penanganan kendaraan.

Kepala Kantor SAR Cilacap, M. Abdullah, menyampaikan bahwa proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena korban terjepit badan bus. Selain itu, kondisi lalu lintas dengan skema satu arah (one way) juga tidak memberikan akses darurat yang memadai bagi armada pertolongan.

“Pada pukul 01.54 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal dunia. Selanjutnya korban dibawa ke RS Bhakti Asih untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Korban meninggal dunia adalah seorang penumpang bus, Satiman (60), warga Magelang, yang mengalami luka berat.

Sementara itu, lebih dari 34 korban lainnya mengalami luka ringan hingga sedang, seperti luka lecet, memar, hingga luka robek di bagian kepala, tangan, kaki, dan dada. Sebagian besar korban merupakan penumpang bus, termasuk beberapa anak-anak.

Para korban luka dirawat di RS Bhakti Asih Brebes dan RSUD Brebes. Selain penumpang bus, kecelakaan ini juga melibatkan kendaraan pick up, dengan sopir dan penumpangnya turut mengalami luka-luka.

Setelah seluruh proses evakuasi selesai, operasi SAR diusulkan ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Penyebab kecelakaan masih dalam penanganan pihak berwenang.

Berita terkait

Prof. Dr. La Ode Husen: Ketika Hukum Kehilangan Otonomi, Korupsi APBN Menjelma Menjadi Kejahatan Sistemik

Prof. Dr. La Ode Husen: Ketika Hukum Kehilangan Otonomi, Korupsi APBN Menjelma Menjadi Kejahatan Sistemik

Makassar-Spektroom : Di tengah sorotan publik terhadap berbagai dugaan penyimpangan anggaran negara, Prof. Dr. H. La Ode Husen, S.H., M.Hum., Direktur Program Pascasarjana UMI Makassar sekaligus mantan Komisioner Kompolnas, menawarkan cara pandang yang berbeda. Ia tidak semata melihat korupsi sebagai tindakan individual, melainkan sebagai gejala kegagalan sistem hukum menjaga

Yahya Patta, Buang Supeno
Penyaluran Bantuan Pangan 2.546 Warga Desa Lerpak Mendapat Pengawalan Dari Aparat Setempat

Penyaluran Bantuan Pangan 2.546 Warga Desa Lerpak Mendapat Pengawalan Dari Aparat Setempat

Bangkalan-Spektroom : Komitmen TNI dalam membantu kehidupan masyarakat terus bergelora. Hal itu terpatri mulai dari tingkat atas hingga ke tingkat bawah. Seperti yang ditunjukkan oleh jajaran TNI di kecamatan Geger kabupaten Bangkalan. Babinsa Desa Lerpak, Koramil Geger, Serma Syaifudin, melaksanakan pendampingan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng periode Juni–

Abdul Latif Zulkarnain, Julianto