Trending

Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Komisi II DPR RI dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi II, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).foto Diskominfo Maluku.

Jakarta-Spektroom: Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mendorong pemerintah pusat dan Komisi II DPR RI untuk segera menyelesaikan penataan aset perkebunan pala di Kepulauan Banda serta melakukan rekonstruksi ulang tata batas Taman Nasional Manusela. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi II, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Forum rapat yang diinisiasi Komisi II tersebut dipimpin Muhammad Rifqinizamy Karsayuda selaku Ketua Komisi bersama para Wakil Ketua dan Anggota Komisi. Rapat turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala BPN Ossy Dermawan serta para kepala daerah se-Indonesia.

Dalam forum tersebut, Pemprov Maluku memaparkan tiga persoalan agraria mendasar.

Sejak penyerahan dari Kementerian Keuangan pada 1986, pengelolaan aset lahan perkebunan pala seluas 3.700 hektar di Kepulauan Banda masih terkendala kepastian hukum pertanahan dan pemetaan.

“Kami masih kesulitan untuk menata dari sisi administrasi pertanahan, termasuk pemetaan dan kejelasan status hak atas seluruh areal tersebut,” beber Hendrik.

Hendrik juga menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan tim khusus oleh Komisi II DPR RI untuk penertiban aset negara.

Terkait Taman Nasional Manusela di Pulau Seram, Hendrik mengharapkan adanya penetapan ulang tapal batas karena kawasan tersebut dinilai telah merangsek masuk ke ruang hidup dan permukiman masyarakat adat. Mengenai hal ini, Hendrik menegaskan pilihannya pada pendekatan yang seimbang.

“Saya memilih pendekatan tengah-tengah. Kepatutan manusia tidak boleh kita abaikan, tapi kepentingan lingkungan juga harus terjaga. Jangan kita terlalu fokus untuk ekosentris lalu manusia kita korbankan,” pinta Hendrik.

Mengingat daratan Maluku hanya 6,4% dari total wilayah dan didominasi status hutan negara, Gubernur juga mendorong adanya pendelegasian sebagian kewenangan pelepasan kawasan hutan kepada gubernur sehingga kita bisa mempercepat proses investasi terutama terkait dengan kawasan hutan, tegas Gubernur Maluku. (EM) )

Berita terkait

Tiga Kebijakan Strategis Mendikdasmen, Perkuat Sistem Pelayanan Publik Yang Rawan Perilaku Menyimpang

Tiga Kebijakan Strategis Mendikdasmen, Perkuat Sistem Pelayanan Publik Yang Rawan Perilaku Menyimpang

Jakarta Selatan - Spektroom: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendigdasmen) memiliki 3 Kebijakan Strategis sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto bahwa menjadi Bangsa yang jujur, berprilaku dan membangun budaya bersih dari korupsi. Menurut Mendikdasmen Abdul Mu'ti kebijakan tersebut diimplementasikan memperkuat sistem pelayanan publik yang sering menimbulkan perilaku menyimpang.

Anggoro AP
Harga Cabai Melonjak, Pemko Pekanbaru Usulkan Subsidi Ongkos Angkut Ke Bapanas RI

Harga Cabai Melonjak, Pemko Pekanbaru Usulkan Subsidi Ongkos Angkut Ke Bapanas RI

Pekanbaru-Spektroom : Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan kenaikan harga cabai yang dipicu terbatasnya pasokan. Salah satunya dengan mengusulkan dukungan pembiayaan transportasi dari daerah penghasil ke Pekanbaru melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas). Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin mengatakan, intervensi biaya transportasi menjadi salah satu upaya

Salman Nurmin, Rafles