Trending

Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika
Maket contoh bendungan Pesosika di Sulawesi Tenggara ( birkom pu)

Jakarta – Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai bagian dari target pembangunan infrastruktur baru bidang Sumber Daya Air tahun 2025–2029. Bendungan Pelosika diproyeksikan menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Jatigede, sekaligus menjadi bendungan terbesar di Sultra.

Pembangunan bendungan ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan dan air, sekaligus memberikan manfaat dalam pengendalian banjir serta mendukung ketahanan energi bagi masyarakat.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan “Suplai air yang berkelanjutan menjadi kunci peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” kata Menteri Dody di Jakarta,Rabu ( 16/9/2026)

Penampakan contoh maket bendungan Pesosika ( birkom pu)

Pembangunan Bendungan Pelosika saat ini berada pada tahap proses pemprograman, dan siap untuk proses lelang, dengan masa pelaksanaan 2026–2030. Bendungan ini memiliki total kapasitas tampung 1,117 miliar m³ dengan tampungan efektif sebesar 808 juta m³. Luas genangan mencapai 5.451,56 hektare dengan luas daerah tangkapan air 2.780,93 km².

Kehadiran Bendungan Pelosika akan mendukung layanan irigasi seluas 20.458 hektare, yang terdiri atas 12.678 hektare daerah irigasi fungsional dan 7.780 hektare daerah irigasi potensial. Dukungan air irigasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman dari 220% menjadi 300%, sehingga lahan pertanian yang sebelumnya dapat ditanami dua kali dalam setahun berpotensi meningkat menjadi tiga kali dalam setahun.

Selain untuk irigasi, bendungan ini akan mendukung penyediaan air baku sebesar 750 liter per detik bagi masyarakat di Kabupaten Konawe. Air baku tersebut dapat diolah melalui instalasi pengolahan air (IPA) dan disalurkan melalui jaringan perpipaan untuk memenuhi kebutuhan air bersih hingga sekitar 540.000 jiwa.

Bendungan Pelosika juga dirancang untuk mengurangi risiko banjir dari 19.330 hektare menjadi 6.301 hektare di wilayah Kabupaten Konawe yang mencakup 10 kecamatan, yakni Kecamatan Asinua, Abuki, Lambuya, Uepai, Unaaha, Konawe, Anggaberi, Wawotobi, Wonggeduku, dan Pondidaha.

Selain mendukung ketahanan pangan dan air serta pengendalian banjir, keberadaan bendungan ini diharapkan dapat mendukung pengembangan energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkapasitas 40 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 261,12 MW.

Adapun kebutuhan anggaran pembangunan Bendungan Pelosika mencapai sekitar Rp9,8 triliun. Secara teknis, bendungan ini menggunakan tipe urugan inti clay dengan tinggi 63 meter, elevasi puncak bendungan 121 meter, panjang puncak total 404,26 meter, dan lebar puncak 15 meter.

Berita terkait

Fraksi PAN-PKB Soroti RAPBD 2027 Sawahlunto: Belanja Pegawai Tembus Rp309,66 Miliar, Belanja Modal 2,8 Persen

Fraksi PAN-PKB Soroti RAPBD 2027 Sawahlunto: Belanja Pegawai Tembus Rp309,66 Miliar, Belanja Modal 2,8 Persen

Sawahlunto–Spekroom: Struktur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Sawahlunto Tahun Anggaran 2027 mendapat sorotan kritis Fraksi PAN-PKB DPRD. Fraksi ini menilai komposisi belanja daerah masih belum ideal karena didominasi belanja pegawai, sementara alokasi pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik relatif kecil. Dalam pandangan umum terhadap Nota Keuangan

Riswan Idris, Bian Pamungkas
42 Jamban Sehat untuk Warga Landak, Dorong Desa Ringgo Lojok Bebas BAB Sembarangan

42 Jamban Sehat untuk Warga Landak, Dorong Desa Ringgo Lojok Bebas BAB Sembarangan

Landak – Spektroom : Upaya mewujudkan lingkungan sehat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat terus diperkuat melalui penyediaan fasilitas sanitasi layak. Di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, komitmen tersebut diwujudkan melalui bantuan pembangunan 42 jamban sehat bagi warga Desa Ringgo Lojok, Kecamatan Banyuke Hulu. Bantuan material jamban atau WC tersebut disalurkan PT Tebar Tandan

Apolonius Welly, Bian Pamungkas
TNI dan Rakyat Bersatu, Jembatan Garuda Merah Putih di HST Akhirnya Rampung

TNI dan Rakyat Bersatu, Jembatan Garuda Merah Putih di HST Akhirnya Rampung

Hulu Sungai Tengah-Kalsel–Spektroom : Pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Teluk Masjid, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, kini resmi rampung 100 persen. Kehadiran jembatan tersebut menjadi kabar gembira bagi masyarakat karena diharapkan semakin memperlancar akses transportasi dan mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Junaidi, Bian Pamungkas