Gubernur Maluku : Saatnya Daerah Bicara Suarakan Keadilan Ekonomi

Gubernur Maluku : Saatnya Daerah Bicara Suarakan Keadilan Ekonomi
Gubernur Maluku saat memberikan pendapst pada forum Economic Leadership for Regional Government Leaders (REL) Angkatan IX Tahun 2025 di Jakarta ( foto: ktr penghub maluku)

Spektroom  -  Maluku adalah provinsi dengan kapasitas fiskal rendah yang sangat tergantung pada dana transfer pusat. "Kalau ada kebijakan pusat terkait TKD, daerah seperti kita bisa meriang, demam, bahkan stroke,”  Ujar Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa saat bicara di Forum Economic Leadership for Regional Government Leaders (REL) Angkatan IX Tahun 2025 digelar di Gedung Bank Indonesia Jakarta,  Senin (15/9/2025).

Bagi Gubernur Lewerissa, forum ini bukan sekadar ajang tukar pikiran, melainkan kesempatan emas untuk menyuarakan realitas getir dari wilayah kepulauan di Maluku. "Saya bersyukur sekali berada dalam forum terhormat ini. Banyak masukan yang bermanfaat bagi kami pemerintah daerah,” ucapnya

Gubernur  mencontohkan sektor perikanan. Pemerintah provinsi hanya diberi kewenangan mengeluarkan izin untuk kapal maksimal 30 GT, selebihnya diambil alih kementerian. “Pendapatan negara bukan pajak dari perikanan semuanya ditarik ke pusat. Jadi bagaimana kami bisa menggenjot PAD? Tangan kami diikat,” ujar Lewerissa.

"Sektor pertambangan pun tidak kalah pelik. Hampir semua kewenangan ditarik ke pusat, kecuali izin pertambangan rakyat. Akibatnya, ruang fiskal Maluku makin sempit. “Kami berkomitmen memajukan ekonomi lewat investasi dan menggerakkan BUMD. Tapi kalau kewenangan terus dicabut, bagaimana kami bisa bergerak?” tegasnya.

Gubernur Lewerissa saat bersalaman dengan para peserta Forum dari Bank Indonesia ( foto: diskominfo mal)

Ironi terbesar pun ia ungkapkan, Maluku menyumbang 30 persen potensi perikanan nasional dari tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP). Namun, masyarakat Maluku tak merasakan dampak nyata karena adanya aturan transhipment, alih muat ikan di laut, yang membuat hasil tangkapan tak pernah singgah ke daratan.

“Pertumbuhan ekonomi eksklusif seperti ini tak memberi manfaat bagi pemilik sumber daya. Yang kami butuhkan adalah pertumbuhan inklusif, yang langsung dirasakan masyarakat,” ucapnya penuh penekanan.

Di forum  tersebut Gubernur Maluku tidak  hanya mengeluh, tetapi juga mengetuk nurani Pemerintah  pusat. Ia meminta agar pemerintah mengevaluasi kebijakan yang tidak pro-daerah.

“Mungkin di forum terhormat ini, saya mau mengetuk nurani pemerintah pusat. Kebijakan yang tidak pro-daerah harus ditinjau ulang bahkan direvisi. Karena tangan kami ingin membangun ekonomi, tapi tangan lain justru mengamputasi dengan kebijakan. Itu harapan yang tidak realistis,” tegasnya.

Sebelas Gubernur dari berbagai daerah hadir dalam Forum Economic Leadership for Regional Government Leaders (REL) Angkatan IX Tahun 2025. Dengan mengusung tema “Mendorong Pertumbuhan Ekonomi melalui Penguatan Sinergi Pusat dan Daerah dalam Mendukung Program Asta Cita.

Berita terkait

Festival Heritage Depok Lama, Saat Sejarah, Budaya, dan Kebersamaan Bertemu di Jalan Pemuda

Festival Heritage Depok Lama, Saat Sejarah, Budaya, dan Kebersamaan Bertemu di Jalan Pemuda

Depok –Spektroom: Jalan Pemuda di Kecamatan Pancoran Mas akhir pekan ini akan berubah menjadi ruang terbuka yang menghadirkan jejak sejarah, budaya, dan kebersamaan masyarakat. Selama dua hari, Sabtu-Minggu, 27-28 Juni 2026, Pemerintah Kota Depok bersama Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) menggelar Festival Heritage Depok Lama, sebuah perayaan yang mengajak warga

Wismo Basuki, Nurana Diah Dhayanti
Pemkab Bogor Terus Mendukung Program P4GN

Pemkab Bogor Terus Mendukung Program P4GN

Bogor – Spektroom:Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) Tahun 2026 sekaligus menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Akselerasi Fasilitator Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang berlangsung di Ruang Serbaguna Kabupaten Bogor, Jumat (26/6/2026). " Acaman penyalahgunaan narkoba

Asmari, Nurana Diah Dhayanti
Seminar Awal PPK Ormawa BKMF Sinapsis FIKK UNM Tandai Dimulainya Pengabdian di Beroanging

Seminar Awal PPK Ormawa BKMF Sinapsis FIKK UNM Tandai Dimulainya Pengabdian di Beroanging

Jeneponto - Spektroom : Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) BKMF Sinapsis Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM) resmi memulai rangkaian program pengabdian masyarakat di Desa Beroanging, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto. Dimulainya program tersebut ditandai dengan pelaksanaan Seminar Awal PPK Ormawa yang digelar pada

Yahya Patta, Nurana Diah Dhayanti