Guru Tak Lagi Dibebani Administrasi, Skillspot Tawarkan Solusi Digital di Kota Batu

Guru Tak Lagi Dibebani Administrasi, Skillspot Tawarkan Solusi Digital di Kota Batu
Faris indra dari Tim skillspot memarkan programnya. (Foto: buang)​

Batu - Spektroom : Beban administrasi yang selama ini menjadi salah satu persoalan guru dalam menjalankan tugas pembelajaran mulai mendapat perhatian melalui pemanfaatan teknologi digital.

Aplikasi Skillspot menawarkan solusi dengan mengotomatisasi sejumlah kebutuhan administrasi guru sekaligus mengintegrasikan proses pembelajaran antara sekolah, siswa dan orang tua.


Penerapan Skillspot diperkenalkan dalam sosialisasi yang digelar di Aula Gedung UPT Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Batu, Rabu (12/8/2026). Kota Batu menjadi pilot project penerapan Skillspot di Jawa Timur.


Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan Kota Batu, Lendy Herdipuma, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, menekankan pentingnya memastikan transformasi digital tetap berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi guru dan perlindungan data.


Menurutnya, kemudahan teknologi jangan sampai membuat perbedaan kompetensi antarpendidik semakin lebar. Aspek pengelolaan dan keamanan data juga harus menjadi perhatian karena berkaitan dengan hak kekayaan intelektual.


Sementara itu, Faris dari Tim Skillspot mengatakan aplikasi tersebut dirancang sebagai sebuah ekosistem pendidikan, bukan sekadar alat bantu pembelajaran.


“Skillspot adalah sebuah ekosistem yang diciptakan dalam proses pembelajaran,” ujar Faris saat memaparkan program tersebut.


Ia menjelaskan, salah satu persoalan yang hendak dijawab Skillspot adalah tingginya beban administrasi guru. Guru selama ini harus menyiapkan berbagai dokumen pembelajaran, mulai dari program tahunan, program semester, modul ajar hingga jurnal.

Para kepala SD se Batu serious mengikuti ( foto:buang)

Tidak berhenti pada input manual, Skillspot juga memanfaatkan teknologi Optical Character Recognition (OCR). Guru dapat memotret jadwal pelajaran yang telah dibuat, kemudian sistem akan membaca informasi tersebut dan memasukkannya ke dalam aplikasi.


Dengan demikian, guru tidak perlu mengetik satu per satu mata pelajaran dan jadwal yang sudah tersedia.
Teknologi tersebut diharapkan dapat menghemat waktu guru sehingga perhatian dapat lebih banyak diarahkan pada proses pembelajaran dan pendampingan siswa.


Faris mengatakan persoalan pendidikan yang ingin dijembatani Skillspot tidak hanya administrasi, tetapi juga kesenjangan kualitas layanan pendidikan dan kebutuhan data pendidikan yang lebih riil.


“Dari sisi digital kami ingin menjembatani kesenjangan supaya semua anak berhak menikmati pelayanan yang sama,” katanya.


Skillspot juga menghubungkan guru, siswa dan orang tua melalui aplikasi komunikasi pendidikan bernama Sobat.
Melalui sistem tersebut, siswa dapat menerima informasi mengenai materi yang akan dipelajari sebelum datang ke sekolah. Materi pembelajaran juga dilengkapi latihan soal dan permainan edukatif.


Konsep itu memungkinkan siswa mempersiapkan diri terlebih dahulu dari rumah. Saat berada di kelas, siswa diharapkan sudah memiliki gambaran mengenai materi yang akan dibahas sehingga interaksi dengan guru dapat lebih aktif.
Orang tua pun dapat mengetahui aktivitas belajar anak, termasuk apakah materi telah dipelajari dan latihan sudah dikerjakan.


“Harapannya ada sinergi antara rumah dan sekolah, sehingga ketika besok di sekolah, anak-anak tidak lagi menjadi gelas yang kosong, tetapi menjadi gelas yang siap diisi,” tutur Faris.


Sistem latihan juga memungkinkan siswa melakukan perbaikan. Siswa dapat mengerjakan latihan hingga tiga kali dengan melihat jawaban dan pembahasan sehingga memiliki kesempatan meningkatkan hasil belajar.
Selain pembelajaran dan administrasi, Skillspot menyiapkan fitur perlindungan siswa melalui sistem barcode penjemputan.


Setiap pihak yang akan menjemput siswa harus memiliki kode verifikasi yang dapat diperiksa petugas sekolah. Sistem ini dirancang untuk mencegah penjemputan oleh pihak yang tidak terverifikasi.


Fitur tersebut diharapkan memperkuat penerapan sekolah ramah anak dan memberikan rasa aman bagi siswa, guru maupun orang tua.
Materi pembelajaran dalam Skillspot juga telah disesuaikan dengan buku terbaru yang tersedia dalam Sistem Informasi Perbukuan (SIB). Perubahan maupun pergeseran materi pembelajaran antarkelas telah disesuaikan dalam sistem.


Faris menambahkan, pengembangan Skillspot masih terbuka terhadap masukan dari sekolah-sekolah di Kota Batu. Bahkan, sejumlah program sekolah seperti pemantauan kesehatan melalui UKS dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dapat diintegrasikan ke dalam sistem.


“Di Batu ini adalah project pioneer bagi kami yang pertama. Kami sangat mengharapkan masukan dari Bapak/Ibu supaya pelayanan bisa maksimal,” katanya.

Peserta sosialiasi berharap skillspot sukses. (Foto:buang).


Sementara terkait biaya penerapan, Faris mengatakan pembahasan masih dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Pemerintah Kota Batu. Sekolah yang sebelumnya mengusulkan penerapan secara mandiri masih diminta menunggu arahan pemerintah daerah.


Dengan hadirnya Skillspot, transformasi digital pendidikan di Kota Batu diarahkan bukan hanya untuk mempercepat penggunaan teknologi, tetapi juga mengembalikan waktu guru kepada tugas utamanya: mengajar, membimbing dan mendampingi siswa.


Kota Batu kini menjadi ruang percontohan untuk menguji apakah teknologi dapat benar-benar mengurangi beban administratif guru sekaligus menciptakan pembelajaran yang lebih terhubung antara sekolah dan rumah.

Berita terkait

Kukuhkan Kader Pancasila, Wabup Sleman: Pengamalan Pancasila Harus Nyata

Kukuhkan Kader Pancasila, Wabup Sleman: Pengamalan Pancasila Harus Nyata

Sleman-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Workshop sekaligus Pengukuhan Kader Pancasila di Ayem Ayem Coffee, Rabu (12/8/2026). Sebanyak 50 peserta yang terdiri atas unsur pemerintah kalurahan, lembaga, dan tokoh masyarakat dari tiga kalurahan, yakni Sendangsari, Trimulyo, dan Bokoharjo, dikukuhkan sebagai Kader Pancasila.

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Sambut HUT RI dan HUT KORPRI, BPOM di Sofifi Lakukan Program Sejuta Vaksin HPV Cegah Kanker Serviks Sejak Dini

Sambut HUT RI dan HUT KORPRI, BPOM di Sofifi Lakukan Program Sejuta Vaksin HPV Cegah Kanker Serviks Sejak Dini

Sofifi-Spektroom : Upaya menjaga kesehatan tidak cukup hanya dilakukan ketika penyakit telah datang. Semangat pencegahan itulah yang diwujudkan Balai POM di Sofifi bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Maluku Utara di Sofifi melalui Program Sejuta Vaksin Human Papillomavirus (HPV) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat,

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru