Hadapi Puasa, Idhul Fitri dan Imlek, Bapanas Pastikan Stok Pangan Sangat Mencukupi
Spektroom - Tim Pengendalian Inivlasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Hukum & Politik Ahmad Saifullah, bersama Anggota Forkopimda serta beberapa kepala OPD terkait, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026, secara Virtual Meeting dari ruang Command Centre (Pusat Kendali Data) Diskominfotik Provinsi Lampung, Senin (9/2/2026).

Sementara Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026 yang dirangkai dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah, dipimpin Mendagri Tito Karnavian berlangsung secara luring di Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta Pusat.
Dalam pengantarnya Tito Karnavian mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional pada Triwulan IV tahun 2025 (year on year) berada di angka 5,11 dan angka inflasi diangka 3,55 persen.
Angka tersebut, lanjut Mendagri l, naik dari sebelumnya yang 2,92 persen dan keluar dari target pemerintah yang menjaga inflasi di angka 2,5 persen plus minus 1 persen.
"Artinya 1,5 persen sampai dengan 3,5 persen Itu target nasional. Saya mungkin harus ulangi lagi bahwa negara kita adalah negara konsumen sekaligus negara produsen, ada petani, ada nelayan, ada pabrik-pabrik yang menghasilkan produk. Sehingga kita harus menjaga keseimbangan, menyenangkan konsumen dan juga menyenangkan produsen.
Tito melanjutkan, apabila angkanya di bawah 1,5 persen maka itu akan menyenangkan konsumen karena harga-harga murah. Namun sebaliknya akan menyulitkan produsen, petani, nelayan, pabrik-pabrik dan lain-lain karena harganya terlalu murah.
"Bisa-bisa ongkos operasional mereka tidak bisa ditutupi" tandasnya.
Diforum yang sama Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, dalam paparannya menyampaikan menghadapi bulan suci Ramadhan dan hari raya Idhul Fitri serta Imlek sesuai catatan proyeksi neraca pangan Bapanas, baik produksi maupun stoknya sangat mencukupi, seperti beras, bawang merah, bawang putih, cabai, daging sapi, daging ayam ras, telur, dan lain-lain sebagainya,

"Kalau kita melihat Proyeksi Neraca pangan yang dimiliki oleh Badan Pangan Nasional, tentu kita yakin bahwa produksi kita bagus, kemudian stok kita bagus, dalam rangka menghadapi bulan Puasa, Idul Fitri, termasuk hari raya Imlek, beras, kemudian bawang merah, bawang putih, kemudian cabai, daging sapi, daging ayam ras, telur, dan lain-lain sebagainya, secara prinsip ini sangat mencukupi" kata I Gusti Ketut Astawa merinci.
Menurutnya, Bapanas juga sudah membentuk Satgas Saber Pelanggaran Pangan, sebagai bentuk intervensi Pamungkas terkait pengawasan. Selain intervensi gerakan pangan murah, fasilitasi distribusi, kemudian Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), dan bantuan pangan.
"Ini adalah intervensi dalam rangka pengawasan yang dilakukan oleh seluruh stakeholder, di mana melibatkan Polri dan Kemendagri sebagai pengarah Kemudian dari Kemenko bidang pangan Kementan, Kemendag, juga Gubernur, dan Bupati /Walikota sebagai pengarah diwilayahnya yang masing-masing" terangnya mengakhiri paparan.(@Ng).