Halal Bihalal Keraton Matan Tanjungpura, Simbol Harmoni Budaya dan Keamanan di Ketapang

Halal Bihalal Keraton Matan Tanjungpura, Simbol Harmoni Budaya dan Keamanan di Ketapang
Bupati Ketapang Alexander Wilyo disambut oleh Pangeran Mangkunegara Keraton Matan Tanjungpura Uti Faradian pada acara halalbihalal di keraton Kerajaan Matan Ketapang. Foto : Humas Polsek Benua Kayong

Ketapang - Spektroom – Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Keraton Kerajaan Matan Tanjungpura di Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong, Senin (06/04/2026).

Tradisi Halal Bihalal yang digelar oleh Pangeran Mangkunegara, Faradian Uti Faradian, bersama Bupati Ketapang Alexander Wilyo, tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mencerminkan kuatnya nilai budaya dan kebersamaan masyarakat setempat.

Kegiatan ini mendapat pengamanan ketat dari jajaran Polsek Benua Kayong, Polres Ketapang.

Kehadiran aparat kepolisian memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan aman, di tengah kehadiran tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pejabat daerah.

Kapolres Ketapang Muhammad Harris melalui Kapolsek Benua Kayong Chepry Perahera menegaskan bahwa pengamanan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas sosial, terutama dalam kegiatan yang sarat nilai tradisi.

“Pengamanan ini bukan sekadar tugas rutin, tetapi bentuk dukungan kami terhadap pelestarian budaya serta menjaga kerukunan antar elemen masyarakat,” ujar Chepry.

Kapolres menambahkan, sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan suasana yang kondusif di setiap kegiatan publik.

Momentum Halal Bihalal di lingkungan keraton memiliki makna lebih dari sekadar tradisi tahunan.

Di ruang bersejarah itu, nilai-nilai adat, penghormatan terhadap leluhur, serta semangat persatuan kembali diteguhkan.

Hal ini terlihat dari antusiasme masyarakat yang hadir dan berbaur tanpa sekat.

Dalam sambutannya, Uti Faradian menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut.

Dirinya berharap kegiatan ini dapat terus mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat yang beragam.

“Keraton bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga ruang pemersatu.

Melalui Halal Bihalal ini, kita memperkuat kebersamaan dan menjaga warisan budaya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Alexander Wilyo mengapresiasi peran aktif kepolisian dalam menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung.

Bupati menilai, kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh adat, dan aparat keamanan menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial di Ketapang.

“Terima kasih kepada jajaran Polsek Benua Kayong yang telah menjalankan tugas dengan baik. Kebersamaan seperti ini harus terus kita rawat,” katanya.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan dalam suasana penuh keakraban.

Di tengah arus modernisasi, tradisi seperti ini menjadi pengingat bahwa identitas budaya tetap hidup dan menjadi perekat kuat bagi masyarakat Ketapang.

Berita terkait

Bukan Sekadar Infrastruktur, Konektivitas Digital Manfaat Nyata Layanan Publik

Bukan Sekadar Infrastruktur, Konektivitas Digital Manfaat Nyata Layanan Publik

Jakarta-Spektroom : Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pembangunan konektivitas digital harus diikuti pemanfaatan nyata di layanan publik, terutama di sekolah dan puskesmas. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Apresiasi Konektivitas Digital 2026 di Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026). Menurut Meutya, keberhasilan pembangunan jaringan tidak hanya diukur dari tersedianya akses, tetapi

Diah Utami, Rafles