Sampah Di Solo, Disulap Jadi Karya Seni Dalam Lomba Daur Ulang
Solo - Spektroom : Sampah menjadi persoalan tersendiri di berbagai daerah termasuk di Kota Solo, upaya mengatasi juga terus digalakkan satunya dengan menggelar lomba kreasi daur ulang yang diprakarsai SMK Muhamadiyah 4 Surakarta ( jumst 17/03/2026 ).
Lomba berkolaborasi SMK Muhamadiyah 4 dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta diikuti 25 Sekolah menjadi ajang pembuktian bahwa limbah non-organik mampu memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan kreativitas.
Kepala SMK Muhammadiyah 4 Surakarta, Musyarofah, menyatakan kompetisi selain merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad sekolah yang ke-18 sekaligus peluncuran program Muara Face.
Inisiatif lahir dari keinginan untuk mengedukasi generasi muda agar lebih bijak dalam memperlakukan sampah plastik di lingkungan sekolah maupun rumah. Dengan memberikan wadah bagi kreativitas siswa, sehingga diharapkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup ramah lingkungan dapat tertanam sejak dini.
Dalam lomba, para peserta ditantang untuk mentransformasi berbagai jenis plastik bekas menjadi produk yang bermanfaat dan menarik secara visual, sehingga ke depan SMK Muhammadiyah 4 Surakarta akan terus memberikan kontribusi nyata dalam upaya meningkatkan kebersihan lingkungan di Kota Solo. Edukasi ini dinilai sangat mendesak mengingat volume sampah plastik yang terus meningkat di wilayah perkotaan setiap tahunnya.
"Harapan saya SMK Muhammadiyah 4 Surakarta bisa memberikan kontribusi terhadap lingkungan, di mana anak-anak kita berikan edukasi untuk bagaimana supaya melakukan ramah lingkungan. Salah satunya dengan memberikan kreasi daur ulang sampah sehingga sampah bisa kita tekan sedikit untuk lingkungan yang semakin berseri," Jelas Musyarofah.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta memandang kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam mendukung program pemberdayaan pemilahan sampah yang digalakkan pemerintah kota.
Aksi dilakukan siswa SMP menunjukkan sampah bukan lagi sekadar kotoran, melainkan bahan baku yang potensial.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Surakarta, Agung Prihanto, menegaskan hasil kreasi siswa dalam lomba membuktikan adanya manfaat ganda, yakni pengurangan beban sampah sekaligus peningkatan nilai ekonomi.
Pihaknya sangat mengapresiasi inovasi yang muncul dari para peserta dan berharap kegiatan serupa dapat direplikasi oleh lebih banyak institusi pendidikan. Sinergi ini menjadi kunci utama dalam menjaga ekosistem kota yang sehat dan berkelanjutan.
"Kita sangat mengapresiasi ini bahwa ini salah satu kreasi dari sampah non-organik atau plastik, bisa dibawa pulang, dikreasikan sehingga bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomis atau nilai sampah." Jelas Agung. (Dan)