Lomba Mewarnai Wayang Di Solo, Libatkan 80 Siswa SD
Solo - Spektroom : lomba mewarnai yang memperebutkan piala Apresiasi Astrid Widayani di Kota Solo ( Sabtu, 18/04/2026 ) sedikit berbeda.
Lomba yang berlangsung di halaman SDN Tugu Jebres melibatkan 80 Siswa SD khusus diperuntukkan mewarnai diatas pola wayang.
Ajang kreativitas juga menjadi bagian dari Festival Dalang Cilik dan Tari serta gelar UMKM Asri Surakarta yang berlangsung selama dua hari guna mengenalkan warisan leluhur kepada generasi muda sejak dini.
Ditemui di sela lomba, Pendiri Sanggar Wayang Gogon, Margono, menjelaskan lomba mewarnai ini dibagi menjadi dua kategori, kelas satu hingga tiga serta kelas empat hingga enam SD.
Selain lomba mewarnai, festival ini juga memecahkan rekor dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) melalui pentas kolosal yang melibatkan 200 penari dan dalang cilik.
Kolaborasi melibatkan siswa dari berbagai sanggar di Solo Raya serta pelajar SDN Tugu sebagai tuan rumah penyelenggaraan.
“Peserta lomba mewarnai yang mendaftar ada 80 peserta tingkat SD. Selain itu, tadi malam ada pentas kolosal dalang cilik dan tari yang mendapatkan rekor Lembaga Prestasi Indonesia Dunia sebagai peserta terbanyak yakni 200 orang,” Jelas Margono
Festival ini merupakan agenda tahunan untuk memperingati peresmian Kampung Seni dan UMKM di RW 10 dan 11 Kentingan yang telah dikukuhkan sejak tahun 2022 lalu.
Selain panggung seni, turut memamerkan berbagai potensi lokal mulai dari produk kerajinan tangan, urban farming, hingga seni kaligrafi.
Sementara, Ketua Panitia Topan Setiawan, mengungkapkan festival ini mengusung misi besar sebagai bentuk perlawanan terhadap arus budaya asing yang kian masif.
Melalui penguatan seni pedalangan dan tari bagi anak muda, identitas budaya lokal diharapkan tidak akan terkikis oleh tren mancanegara.
Selain aspek seni, pemberdayaan UMKM dalam festival ini juga bertujuan untuk membongkar hambatan mental warga agar lebih berani memulai dan mengembangkan usaha secara mandiri.
“Tujuannya adalah apresiasi terhadap seni. Ketika anak muda punya hobi dalang, itu adalah bentuk counter culture agar kita tidak terkikis budaya populer mancanegara. Untuk UMKM, kita mencoba membongkar mental block warga agar berani berdaya,” kata Topan.
Pelaksanaan festival yang berlangsung sejak tanggal 17 hingga 18 April 2026 membuktikan semangat gotong royong warga mampu melahirkan acara yang monumental.
(Dan)