Hari Otonomi Daerah 2026, Sinergi Polri dan Pemda Jadi Kunci Kemajuan Ketapang
Ketapang - Spektroom — Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 di Kabupaten Ketapang berlangsung khidmat, Senin (27/04/2026).
Upacara digelar di halaman Kantor Pemerintah Daerah dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, serta berbagai elemen masyarakat.
Wakapolres Ketapang, Komisaris Polisi Hoerrudin, turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan Polri terhadap penguatan tata kelola pemerintahan daerah. Upacara dipimpin oleh Sekretaris Daerah Ketapang, Repalianto.
Dalam amanatnya, Repalianto menegaskan bahwa Hari Otonomi Daerah bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Semangat otonomi daerah harus diimplementasikan melalui kinerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari pelayanan dasar hingga pembangunan yang merata,” ujarnya.
Kehadiran Wakapolres Ketapang dinilai mencerminkan kuatnya sinergi antara institusi Polri dan pemerintah daerah.
Dalam konteks otonomi daerah, stabilitas keamanan menjadi salah satu faktor kunci yang menentukan keberhasilan pembangunan.
Polri, kata dia, memiliki peran strategis dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, sehingga berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal. Dukungan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah yang diikuti seluruh peserta. Momen tersebut dimanfaatkan sebagai ruang mempererat koordinasi dan komunikasi lintas sektor, sekaligus memperkuat kebersamaan antar instansi.
Wakapolres Ketapang menyampaikan bahwa semangat Hari Otonomi Daerah harus menjadi energi kolektif bagi seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk terus bergerak maju.
“Sinergi dan kolaborasi adalah kunci. Dengan kebersamaan, kita optimistis dapat mewujudkan Ketapang yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” katanya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Peringatan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa otonomi daerah bukan hanya tentang kewenangan, tetapi juga tanggung jawab untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik dan pembangunan yang berkelanjutan di daerah.