Hari Pramuka ke-65 di MTsN 2 Malang, Saat Murid Menyapa Dunia Lewat Empat Negara

Hari Pramuka ke-65 di MTsN 2 Malang, Saat Murid Menyapa Dunia Lewat Empat Negara
Walaa Osama dari Mesir saat tampil dalam Talkshow Inspiratif Hari Pramuka 2026. (Foto: humas MTsN 2 Malang)

Malang-Spektroom : Peringatan Hari Pramuka ke-65 di MTsN 2 Kota Malang, Jumat (14/8/2026), tidak sekadar diisi dengan kegiatan seremonial. Lapangan madrasah berubah menjadi ruang perjumpaan lintas budaya ketika para siswa berkesempatan menyapa dunia melalui cerita empat mahasiswa dari India, Afganistan, Pakistan, dan Mesir.

Keempat mahasiswa tersebut hadir sebagai guest star dalam Talkshow Inspiratif Hari Pramuka ke-65. Mereka adalah Mohd Shams Ansari dari India, Mohammad Naim Bahar dari Afganistan, Amna Younis dari Pakistan, dan Walaa Osama dari Mesir. Keempatnya merupakan mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Arab Universitas Negeri Malang dan mahasiswa Asrama Internasional UM.

Kehadiran mereka menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda bagi para murid. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan dari buku atau ruang kelas, tetapi dapat mendengar langsung cerita tentang kehidupan masyarakat di negara lain.

Percakapan berlangsung menarik ketika para murid diajak mengenal bahasa, tradisi, makanan, kesenian, kebiasaan, serta kehidupan sehari-hari di negara masing-masing narasumber. Kesempatan bertanya secara langsung membuat suasana talkshow berlangsung dinamis dan akrab.

Kepala MTsN 2 Kota Malang, Anita Yusianti, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya memberikan ruang kepada peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas, termasuk mengenal kehidupan dan budaya masyarakat dari berbagai negara.

Semangat mengenal dunia itu kemudian berpadu dengan kekayaan budaya Indonesia. Di hadapan para tamu internasional, murid MTsN 2 Kota Malang menampilkan berbagai talenta melalui Dewan Galang, Tapak Suci, dan tari tradisional.

Suasana antusias para murid ikut Talkshow. (Foto: humas MTsN 2 Malang)

Penampilan tersebut bukan sekadar hiburan. Para peserta didik mendapat kesempatan menunjukkan keberanian, kreativitas, kedisiplinan, dan kemampuan mereka di hadapan tamu dari berbagai negara. Pada saat yang sama, mereka memperkenalkan sebagian kekayaan budaya Indonesia kepada para mahasiswa asing.

Perjumpaan itu membuat Hari Pramuka tahun ini terasa lebih bermakna. Nilai-nilai kepramukaan seperti persahabatan, kerja sama, kemandirian, kedisiplinan, dan penghargaan terhadap sesama menemukan bentuknya dalam komunikasi lintas budaya.

Para murid diajak memahami bahwa perbedaan bukan alasan untuk menjaga jarak. Justru dengan saling mengenal, perbedaan bahasa, budaya, dan kebiasaan dapat menjadi pintu untuk membangun persahabatan.

Bagi MTsN 2 Kota Malang, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan. Peserta didik juga dibekali kemampuan berkomunikasi, menghargai keberagaman, memiliki wawasan global, serta tetap mengenal dan mencintai budaya bangsa sendiri.

Melalui momentum Hari Pramuka ke-65, empat negara hadir bukan dalam bentuk peta atau nama yang hanya dibaca di buku pelajaran. India, Afganistan, Pakistan, dan Mesir hadir melalui empat sosok muda yang berbagi cerita secara langsung dengan para murid.

Dari lapangan madrasah itulah sebuah pelajaran sederhana tumbuh: mengenal dunia tidak harus selalu dengan bepergian jauh. Kadang, dunia datang mendekat melalui sebuah percakapan. Dan dari percakapan itu, persahabatan bisa dimulai. (Polin-Muslihan)

Berita terkait