Harmoni Alam Kawasan Wisata Mandeh Pesisir Selatan, Sumatera Barat
Spektroom - Perjalanan menyusuri pantai berlayar menuju pulau-pulau Kawasan Wisata Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat memberi kesan yang mendalam bagi wisatawan karena harmoni alamnya.
Tri wisatawan asal Jambi ketika ditemui spektroom mengatakan sudah empat kali mengunjungi Mandeh.
"Saya berkunjung ke Kawasan Wisata Mandeh sudah 4 kali untuk menikmati keindahan alamnya," ungkap Tri sambil tersenyum manis.
Awal perjalanan meninggalkan pantai berlayar menuju enam pulau disekitar Mandeh, wisatawan akan disambut oleh lambaian dedaunan hutan mangrove dan pohon Nipah disebelah kiri dan kanan yang sesekali bergoyang ditiup angin. Hamparan laut yang teduh berwarna biru menambah nyamannya berlayar menuju kepulauan di Kawasan Wisata Mandeh.

Iral, nakhoda perahu yang ditumpangi tim spektroom mengatakan di Kawasan Wisata Mandeh memang lautannya sangat teduh sehingga untuk menuju setiap pulau layaknya berlayar di kolam renang yang sangat luas. Pulau pertama destinasi wisatawan adalah Pulau Setan atau Pulau Soeltan yang menyediakan fasilitas olahraga jetsky, banana boat dan juga snorkling. Spektroom menyaksikan banyak wisatawan yang melakukan snorkling sembari memberi makan ikan-ikan yang berenang bebas menghampiri pengunjung saat menebar makanan.
Setelah itu, Iral mengantarkan tim Spektroom menuju pulau disebelahnya yang berjarak hanya beberapa meter untuk menyaksikan wisatawan menikmati objek berenang setelah meloncat dari tebing setinggi 2 sampai 5 meter layaknya kolam renang loncat indah. Variabel destinasi keindahan alam Mandeh yang terhampar secara harmonis.
"Biasanya para wisatawan menghabiskan waktu berjam-jam dalam menikmati keindahan alam di setiap pulau kawasan Mandeh," ungkap Iral, Sabtu (17/1/2026) sehingga dia maksimal hanya bisa mengantar wisatawan paling banyak 2 trip setiap hari karena lamanya disetiap titik destinasi tergantung permintaan.
Indahnya pemandangan alam Kawasan Wisata Mandeh terhampar lautan yang teduh berwarna biru dengan air yang tenang layaknya kolam renang, hijaunya hutan mangrove dan susunan bebukitan memikat wisatawan untuk berkunjung secara berulang.
Menurut Iral wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Wisata Mandeh berasal dari luar negeri, diantaranya Turki, China, Malaysia dan Singapura, bahkan eropa disamping wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.
Tim spektroom diatas perahu yang mengelilingi Kawasan Wisata Mandeh. (Video: Rafles/Spektroom)
Kawasan Wisata Mandeh merupakan perpaduan perbukitan yang alami dengan keindahan teluk yang dihiasi dengan gugusan pulau–pulau kecil yang berada di bagian tengah Teluk Carocok Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kawasan Mandeh ini tidak hanya terkenal di Indonesia, tetapi juga sudah dijadikan daftar kunjungan wisata (itinerary) wisatawan International.
Puncak Mandeh adalah tempat wisata yang menyerupai objek wisata laut Raja Ampat di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya. Letaknya yang berada di Kabupaten Pesisir Selatan berbatasan langsung dengan Kota Padang. Puncak Mandeh terletak kurang lebih 56 km dari Kota Padang dan dapat ditempuh menggunakan mobil selama lebih kurang 1 jam perjalanan dari Kota Padang. Kawasan wisata Mandeh sendiri mempunyai area seluas 18.000 Ha dan meliputi 7 desa dari 3 Nagari yang penduduknya bekerja sebagai nelayan, beternak dan bertani.
Kawasan Mandeh dikembangkan sebagai objek wisata dimasa kepemimpinan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, merupakan perpaduan perbukitan yang alami dengan keindahan teluk yang dihiasi dengan gugusan pulau–pulau kecil yang berada di bagian tengah Teluk Carocok Tarusan. Dari Puncak Mandeh, kita bisa melihat gugusan Pulau Traju, Pulau Setan (Soeltan) Kecil, Sironjong besar dan kecil serta Pulau Cubadak dengan gradasi warna air lautnya yang hijau membiru menambah keindahan Kawasan Wisata Mandeh ini.

Di bagian selatan Kawasan Wisata Mandeh tepatnya di Kampung Carocok terdapat sebuah tanjung meliuk bagaikan sungai, sehingga teluk terlihat bagaikan sebuah danau besar dan luas yang menakjubkan dengan riak–riak kecil. Sedangkan di kawasan utara Mandeh terdapat beberapa pulau yang melingkar, yaitu Pulau Bintangur, Pulau Pagang, Pulau Ular dan Pulau Marak yang terletak berdampingan dengan Pulau Sikuai.
Gerbang masuk ke Kawasan Mandeh dapat ditempuh melalui jalur laut dan jalan darat. Bila naik kapal/boat bisa dari Pelabuhan Bungus, Gaung, Teluk Bayur atau dari Pelabuhan Muara Padang serta Teluk Tarusan. Sedangkan bila melalui jalan darat, terdapat tiga alternatif dari tiga ruas jalan yang berbeda. Alternatif pertama dari Pasar Tarusan melalui Simpang Carocok dan alternatif kedua dari Bungus terus ke Sungai Pinang dan Sungai Nyalo. Ruas jalan terbaru ialah melewati Carocok lalu menyusuri bibir pantai dan perbukitan yang landai sepanjang lebih kurang 12,5 kilometer.
(Feature oleh: Harianto Adi dan Rafles/Spektroom)