Haru, 25 Anak Pejuang Kanker Di Solo Diwisuda, Selesai Proses Kemoterapi

Haru, 25 Anak Pejuang Kanker Di Solo Diwisuda, Selesai Proses Kemoterapi
Wisuda 25 Anak Pejuang Kanker Yang Telah Selesai Kometerapi Di RSUD Moewardi Solo Dipenuhi Rasa Haru (Sabtu 07/02/2026)

Spektroom - Acara wisuda yang biasanya dipenuhi rasa bangga dan suka cita, tapi berbeda dengan wisuda di Ruang Sekar Jagad Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Dr Moewardi Surakarta ( Sabtu, 07/02/2026 ) diselimuti rasa haru.

Pasalnya 25 anak pejuang kanker ( Cancer Survivor ) mengikuti prosesi wisuda sebagai simbol keberhasilan telah menyelesaikan proses pengobatan kemoterapi.

Wisuda yang di gagas Childhood Cancer ini merupakan agenda tahunan untuk mengapresiasi perjuangan panjang anak anak melawan kanker.

KETUA komunitas Childhood Cancer Indonesia Raka Bagaskara menjelaskan berbeda pada wisuda umumnya yang mengenakan toga, wisuda anak anak pejuang kanker menggunakan kostum profesi sesuai cita cita mereka seperti polisi dan TNI yang menyiratkan harapan masa depan yang cerah.

"Pengobatan kemoterapi itu panjang, dari 6 bulan sampai 2 tahun. Dulu ada pasien yang merasa kemoterapi itu seperti sekolah, kalau lulus dapat piala. Dari situlah tercetus ide wisuda ini sebagai apresiasi atas perjuangan mereka," ujar Raka

Dijelaskan, anak anak yang diwisuda mayoritas kasus kanker darah (leukemia) diikuti kanker tulang ini diharapkan dapat memberikan semangat kepada para fighter (yang masih berjuang) agar memiliki keyakinan untuk sembuh dan bertahan hidup.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang hadir dalam wisuda memberikan apresiasi mendalam kepada anak-anak, orang tua, serta tenaga medis. Perjalanan melawan kanker penuh dengan dinamika emosi, namun keberhasilan anak anak cancer merupakan bukti nyata adanya keajaiban dan kerja keras.

"Wisuda hari ini bukanlah akhir, melainkan awal babak baru. Teruslah bermimpi setinggi langit. Pengalaman yang telah dilalui akan menjadikan kalian pribadi yang lebih kuat dan penuh empati," kata Astrid.

Di sisi lain Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan lingkungan kota yang ramah anak dan inklusif serta memastikan setiap anak, termasuk yang memiliki riwayat penyakit serius, berkesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang meraih cita-citanya. (Dan)

Berita terkait

Rumah Singgah Menjadi Tumpuan, Pasien Kanker Di Solo Dalam Menjalani Pengobatan Jangka Panjang

Rumah Singgah Menjadi Tumpuan, Pasien Kanker Di Solo Dalam Menjalani Pengobatan Jangka Panjang

Spektroom - Pendampingan pasien kanker khususnya anak anak terus dilakukan Yayasan Tunas Sehat Indonesia dengan menyediakan fasilitas pendukung terintegrasi. Fasilitas pendukung berupa rumah singgah menjadi layanan unggulan yang selama ini menjadi tumpuan para keluarga pasien yang menjalani pengobatan jangka panjang di Rumah Sakit. Pengurus Yayasan Tunas Sehat Indonesia, dr. Suci

Murni Handayani