Trending

Dua Mahasiswa FUAD UIN Palangka Raya Buktikan Daya Saing Riset di Ajang Duta Peneliti Muda Kalimantan 2026

Dua Mahasiswa FUAD UIN Palangka Raya Buktikan Daya Saing Riset di Ajang Duta Peneliti Muda Kalimantan 2026
Flyer Pemilihan Duta Peneliti Muda

Spektroom – Prestasi mahasiswa Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Palangka Raya dalam ajang Pemilihan Duta Peneliti Muda Kalimantan 2026 mendapat apresiasi dari pimpinan fakultas.

Wakil Dekan I Nor Faridatunnisa dan Wakil Dekan III Ahmad Supriadi, saat dimintai tanggapan oleh Spektroom pada Sabtu, (7/2/ 2026) menilai capaian tersebut sebagai bukti nyata kuatnya budaya riset di lingkungan FUAD. Menurut mereka, keberhasilan mahasiswa FUAD di tingkat regional menunjukkan bahwa pembinaan akademik dan kemahasiswaan berjalan pada jalur yang tepat.

“Prestasi ini bukan hanya soal juara, tetapi indikator bahwa mahasiswa FUAD memiliki daya saing riset yang kuat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Nor Farida.

Sementara Ahmad Supriadi dalam tanggapannya menegaskan bahwa fakultas mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada penguasaan teori semata.

“Kami melihat capaian ini sebagai hasil dari proses pembinaan berkelanjutan. Mahasiswa didorong berani meneliti, membaca realitas sosial, dan menawarkan gagasan solutif, khususnya bagi Kalimantan,” ujar Achmad Supriadi.

Ajang Pemilihan Duta Peneliti Muda Kalimantan 2026 diselenggarakan secara daring pada 20 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026 oleh Asosiasi Peneliti Studi Kalimantan (APSK) bekerja sama dengan Yayasan Naula Hipatia Averroes.

Kompetisi ini menjadi ruang afirmasi bagi peneliti muda untuk mengembangkan riset berbasis kearifan lokal, lingkungan, dan isu sosial-keagamaan Kalimantan.

Dalam ajang tersebut, Masrul Maulana, mahasiswa semester VIII Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), meraih Juara I Kategori Peneliti Muda. Ia memaknai pencapaiannya bukan sekadar pengakuan personal.

“Bagi saya, ini amanah. Saya tumbuh dari proses yang panjang—membaca dalam diam, menulis dengan ragu, dan memperjuangkan gagasan yang kadang terasa sunyi. Prestasi ini menjadi pijakan awal untuk membawa kearifan lokal Kalimantan dan nilai-nilai al-Qur’an yang membumi ke ruang riset yang lebih luas,” ungkapnya.

Sementara itu, Mahda, mahasiswa semester VI Program Studi IQT, meraih penghargaan The Best Innovation melalui riset berjudul Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit dan Infiltrasi Tanah di Kalimantan Tengah: Tinjauan Kearifan Kaleka dan Prinsip Kemaslahatan.

"Inovasi tidak selalu berarti teknologi baru. Mengangkat kearifan lokal seperti Kaleka sebagai perspektif ilmiah justru menunjukkan bahwa masyarakat lokal telah lama memiliki sistem ekologis yang selaras dengan alam,” jelasnya.

Atas prestasi dua mahasiswa tersebut FUAD UIN Palangka Raya menegaskan komitmennya mencetak peneliti muda yang kritis, membumi, dan berdampak bukan sekadar mengejar gelar, tetapi menumbuhkan tradisi akademik yang berkelanjutan. (Polin)

Berita terkait

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jihan Nurlela Terima Penghargaan Tokoh Muda Di Bidang Kewirausahaan, JCI Batavia X SMESCO UMKM Business Summit 2026

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membangun ekosistem usaha yang mampu mempersiapkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Lampung untuk menembus pasar global. Selain meningkatkan kualitas produk, UMKM perlu memiliki pola pikir global, akses pasar, pembiayaan, pemenuhan standar, serta kapasitas produksi yang konsisten untuk memenuhi kebutuhan ekspor

Anggoro AP
Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles