Trending

Cakupan 99 Persen Belum Optimal, Wamen Komdigi Minta Balmon Awasi Lapangan

Cakupan 99 Persen Belum Optimal, Wamen Komdigi Minta Balmon Awasi Lapangan
Wamenkomdigi Nezar Patria berdiskusi bersama pegawai di Balai Besar Pelatihan SDM Komdigi Makasar, Sulawesi Selatan. (Foto: AYH/Komdigi)

Makasar-Spektroom : Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria meminta pengawasan kualitas infrastruktur digital dilakukan hingga ke lapangan, tidak hanya di atas kertas.

Hal itu disampaikan karena cakupan jaringan telekomunikasi yang mendekati 99 persen belum menjamin masyarakat menikmati layanan optimal.

"Kalau kita lihat secara kuantitatif, memang sudah tergelar, tetapi belum berfungsi optimal. Masih ada kesenjangan infrastruktur yang harus kita atasi," ujar Nezar dalam sesi diskusi bersama pegawai Balai Besar Pelatihan SDM Komdigi Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/10/2026).

Nezar menegaskan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio dan Infrastruktur Digital (Balmon SFRID) memiliki peran penting dalam mengawasi kualitas infrastruktur, tidak hanya penggunaan spektrum frekuensi radio.

"Pengawasannya bukan hanya frekuensi dan spektrum, tetapi juga infrastruktur digital," ujarnya.

Menurut Nezar, pengawasan tersebut penting untuk memastikan infrastruktur yang telah dibangun benar-benar mendukung konektivitas masyarakat, termasuk menara yang tidak berfungsi dan gangguan jaringan di lapangan.

Ia menekankan infrastruktur digital harus menghasilkan konektivitas bermakna atau meaningful connectivity, yakni konektivitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Jaringan yang tersedia perlu mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, komunikasi sosial, layanan keuangan, dan kesehatan, bukan sekadar tercatat sebagai infrastruktur yang telah dibangun.

Selain infrastruktur, Nezar menyebut pemanfaatan konektivitas juga membutuhkan penguatan sumber daya manusia. Kemkomdigi menargetkan pemenuhan sekitar 9 juta talenta digital pada 2030 agar konektivitas dapat mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

"Kita membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada 2030 untuk memanfaatkan konektivitas bagi kegiatan ekonomi, pendidikan, layanan keuangan, kesehatan, dan berbagai bidang lainnya," pungkasnya.

Nezar menilai pengawasan infrastruktur dan pengembangan talenta harus berjalan beriringan dalam mendukung transformasi digital nasional yang inklusif dan berdampak nyata bagi masyarakat. (RRE/Diut)

Berita terkait

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles
Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Batam–Spektroom : Sejumlah Aspirasi masyarakat Kecamatan Gatang disamaikan kepada Walikota Batam terkait pemerataan layanan air bersih, perbaikan infranstruktur jalan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan melalui Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Galang, Nazaruddin, dalam kegiatan silaturahmi bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat di halaman Kantor Camat Galang,

Desmawati, Rafles