Heri Saputra Ditemukan Meninggal Dunia, Mengambang 2 Kilometer dari Lokasi Awal Kejadian
Lombok Barat-Spektroom : Pencarian terhadap Heri Saputra (16), remaja asal Dusun Bagik Dapol yang hanyut terseret air bah di Air Terjun Temburun Nanas, resmi berakhir. Memasuki hari keempat pencarian, Kamis (9/4/2026), jasad korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia.
Jasad remaja tersebut ditemukan pada pukul 08.25 WITA, mengambang di permukaan air dengan jarak sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian. Korban ditemukan tepat di ujung genangan bendungan atau bagian hulu Bendungan Meninting.
Dewa Gede Kerta, selaku Koordinator Lapangan yang mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menyampaikan bahwa setelah ditemukan, tim segera melakukan evakuasi.
"Korban kami temukan mengambang di area hulu bendungan. Setelah dievakuasi dari perairan, jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga," ujar Dewa Gede Kerta di lokasi kejadian.
Kantor SAR Mataram sebelumnya telah mengerahkan drone thermal guna memetakan area-area sulit dijangkau di sepanjang aliran sungai yang dipenuhi jeram dan bebatuan besar.
Dewa menambahkan bahwa cuaca yang tidak menentu dan debit air yang fluktuatif sempat menjadi tantangan besar. "Arus yang sangat kuat dan medan sungai yang licin menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh personel di lapangan," tambahnya.
Peristiwa bermula pada Senin (6/4/2026) siang, saat korban berwisata bersama rekan-rekannya. Air bah yang datang mendadak menyeret dua orang; satu korban berhasil selamat, sementara Heri Saputra hanyut terbawa arus hingga ditemukan empat hari kemudian.
Operasi SAR ini melibatkan kolaborasi berbagai unsur antara lain Kantor SAR Mataram, TNI, Polri, Camat Gunung Sari & Camat Praya, BPBD, Satpol PP Praya, Damkartan Kabupaten Lombok Barat, Dikes Praya, IOF, Perangkat Desa Bukit Tinggi, Komunitas Pecinta Alam, dan warga setempat.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan ditutup. "Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat cuaca ekstrem yang memicu kenaikan debit air secara tiba-tiba,"tutupnya.