HPN 2026, KAWAN Ketapang: Aksi Peduli untuk Penyandang Disabilitas

HPN 2026, KAWAN Ketapang: Aksi Peduli untuk Penyandang Disabilitas
Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Ketapang M.Saad bersalaman dengan Ketua Koalisi Wartawan (Kawan) Agustiandi menerima bantuan aksi peduli di Hari Pers Nasional 2026. (Foto: M.Saad)

Spektroom - Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kabupaten Ketapang tidak dirayakan dengan seremoni megah.

Alih-alih panggung dan baliho, Koalisi Wartawan (KAWAN) Ketapang memilih jalan sunyi yang bermakna: turun langsung ke masyarakat, menyapa mereka yang kerap luput dari sorotan, para penyandang disabilitas dan warga rentan.

Melalui program “KAWAN Berbagi”, puluhan wartawan bersama Polres Ketapang menyalurkan 85 paket sembako kepada penerima manfaat, Senin (9/2/2026).

Bantuan itu memang sederhana
beras, mi instan, gula, minyak goreng, teh, hingga sarden namun nilai kemanusiaan di baliknya jauh lebih besar dari sekadar isi paket.

Ketua KAWAN Ketapang, Agustiandi, menegaskan bahwa peringatan HPN tahun ini sengaja dikemas dengan pendekatan sosial.

Bagi insan pers, kata dia, momen HPN bukan hanya soal refleksi profesi, tetapi juga tentang kehadiran nyata di tengah masyarakat.

“Setiap hari kami menulis, melaporkan, dan menyampaikan informasi. Hari ini kami ingin hadir dengan cara yang berbeda berbagi dan mendengar langsung cerita mereka,” ujar Agustiandi.

Ia mengakui bantuan tersebut belum seberapa, namun diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan harian para penerima, terutama penyandang disabilitas yang menghadapi tantangan berlapis dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

“Ini bukan soal besar atau kecilnya bantuan, tapi soal empati dan kepedulian. Nilai kemanusiaan harus tetap menjadi pegangan utama insan pers,” katanya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Polres Ketapang.

Mewakili Kapolres, Kasat Binmas AKP Matalib menyebut kolaborasi antara pers dan kepolisian merupakan contoh sinergi positif lintas sektor.

“Pers dan kepolisian bukan hanya mitra dalam informasi dan penegakan hukum, tapi juga mitra dalam aksi kemanusiaan. Kami mendukung penuh kegiatan ini,” ujarnya.

Dari sisi penerima manfaat, rasa haru dan apresiasi disampaikan Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Ketapang, M. Saad.

Ia menilai kehadiran KAWAN Ketapang menjadi penguat moral bagi penyandang disabilitas.
M.M.Saad yang juga jurnalis Spektroom.co.id di Kabupaten Ketapang menilai “Bantuan ini sangat berarti. Yang lebih penting, kami merasa diperhatikan dan tidak dilupakan,” kata Saad.

Bagi KAWAN Ketapang, HPN 2026 menjadi pengingat bahwa jurnalisme bukan hanya tentang kecepatan dan akurasi berita, tetapi juga tentang keberpihakan pada nilai kemanusiaan.

Di tengah dinamika dunia informasi, kepedulian sosial menjadi pesan paling kuat yang ingin disampaikan: pers hadir, mendengar, dan berbagi bersama masyarakat.

Berita terkait

Peringatan Hardiknas Menjadi Momentum Refleksi Untuk Teguhkan Semangat Pendidikan Nasional

Peringatan Hardiknas Menjadi Momentum Refleksi Untuk Teguhkan Semangat Pendidikan Nasional

Bandarlampung - Spektroom: Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan, menjadi Inspektur upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026. Peringatan Hardiknas dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, berlangsung di Lapangan Korpri kompleks Kantor Gubernur Lampung, di Bandarlampung, Senin (4/5/2026). Sekdaprov Lampung membacakan amanat

Anggoro AP
Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil

Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil

Jakarta-Spektroom : Peringatan World Press Freedom Day 2026 menjadi momentum strategis bagi dunia pers nasional untuk meneguhkan kembali perannya dalam menjaga demokrasi, memperkuat perdamaian, serta mendorong keadilan sosial di tengah derasnya arus informasi global. Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan bahwa jurnalisme berkualitas merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang cerdas,

Riswan Idris, Rafles