Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Wilayah Maluku Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Wilayah Maluku Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini
Sumber:BMKG

Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi peningkatan curah hujan di wilayah Provinsi Maluku Utara. Peringatan dini yang dirilis Kamis (4/6/2026) berlaku untuk seminggu kedepan periode 4 - 10 Juni 2026.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate Desindra Deddy Kurniawan melalui Forecaster On Duty Dewi Muhammad Faiz D. dalam releasenya mengatakan, Kondisi Dinamika Atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) gelombang Rossby Ekuatorial, gelombang Kelvin tidak terlalu berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan, namun pola angin dan pengaruh lokal menyebabkan belokan, perlambatan dan pertemuan angin di sekitar wilayah Maluku Utara sehingga berpotensi mendukung peningkatan tumbuhnya awan-awan konfekrif.

“Secara umum, cuaca di Maluku Utara selama periode tersebut diprakirakan cerah berawan hingga berawan dengan potensi hujan ringan hingga hujan lebat di wilayah Maluku Utara,” ujar Faiz.

BMKG juga mengingatkan potensi dampak turunan dari fenomena hidrometeorologi tersebut, antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, serta angin kencang.

Prakiraan cuaca di Maluku Utara secara rinci adalah sebagai berikut:
4 - 5 Juni 2026 Berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Pulau Taliabu dan sekitarnya.

6 - 7 Juni 2026 Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan dan sekitarnya.

8 - 10 Juni 2026 Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu dan sekitarnya.

Kepada Pemerintah daerah dan masyarakat BMKG mengimbau agar memastikan kesiapan infrastruktur serta sistem pengelolaan sumber daya air dalam mengantisipasi peningkatan curah hujan. Selain itu, koordinasi dan komunikasi antarinstansi terkait perlu ditingkatkan guna mendukung kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.

“Masyarakat diharapkan mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing dan mulai melakukan upaya pengurangan risiko, seperti tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan, serta menata kawasan sekitar tempat tinggal,” kata Faiz.

Kepada nakhoda maupun motoris serta masyarakat pengguna jasa transportasi laut diminta untuk tingkatkan kewaspadaan dalam berlayar, jika kondisi Laut gelombang tinggi jangan memaksakan kehendak untuk berlayar dan menangguhkan keberangkatan demi keselamatan.

Para pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometrologi di wilayah Maluku Utara dan selalu mengikuti informasi resmi dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Instagram @bmkg_malut, Facebook Stamet Sultan Babullah Ternate, Whatsapp +62812-4112-8229, Email : stamet.tternate@bmkg.go.id, website : https://cuaca.bmkg.go.id, Aplikasi Playstore/Appstore : Info BMKG dan Call Centre 196.

Berita terkait

P3-TGAI 2026 Bali, Perkuat Irigasi dan Dukung Keberlanjutan Subak di 78 Lokasi

P3-TGAI 2026 Bali, Perkuat Irigasi dan Dukung Keberlanjutan Subak di 78 Lokasi

Jakarta – Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai melaksanakan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Provinsi Bali sebagai upaya memperkuat layanan irigasi pertanian, menjaga keberlanjutan sistem Subak, serta mendukung ketahanan pangan daerah. Program padat karya ini melibatkan masyarakat petani secara langsung dalam pembangunan dan pengelolaan

Nurana Diah Dhayanti