Huma Betang Night Spesial HUT Bhayangkara, Gubernur Kalteng Resmikan Pos Polisi Bundaran Besar

Huma Betang Night Spesial HUT Bhayangkara, Gubernur Kalteng Resmikan Pos Polisi Bundaran Besar
Gubernur Agustiar didampingi Wagub Edi Pratowo menyerah kunci Pos Polisi di kawasan RTH. (Foto: MMC Kalteng)

Palangka Raya-Spektroom :
Suasana Huma Betang Night spesial Hari Bhayangkara ke-80 di Bundaran Besar Palangka Raya berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, Sabtu malam (4/7/2026). Dalam kegiatan itu, Gubernur Kalimantan Tengah meresmikan Pos Pengamanan Polisi di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bundaran Besar.

Mengawali sambutannya, Gubernur mengajak masyarakat mendoakan Aipda Anumerta yang gugur saat bertugas memberantas narkoba di Kabupaten Katingan, serta dua anggota polisi lainnya yang masih dalam pencarian.

Menurut Gubernur, Huma Betang Night bukan sekadar perayaan HUT Bhayangkara, tetapi juga simbol kebersamaan dan dukungan masyarakat Kalimantan Tengah kepada Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Mari kita satukan semangat menjaga keamanan, memberantas narkoba, menolak segala bentuk kejahatan, dan merawat persatuan demi Kalimantan Tengah yang aman, damai, dan sejahtera,” tegasnya.

Kapolda Kalimantan Tengah menambahkan, momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bagi Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, pelayanan, dan sinergi bersama seluruh elemen masyarakat.

Foto bersama Pasha Ungu dan Adel di Huma Betang NightNight, Sabtu 5/7/2026. (Foto: MMC Kalteng)

Selain rangkaian seremoni, suasana Huma Betang Night juga semakin hidup dengan berbagai penampilan hiburan yang menghangatkan atmosfer Bundaran Besar. Penampilan spesial paduan suara Polda Kalteng peraih juara 6 nasional, atraksi dance, hingga seni budaya karungut tandak timbang mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang memadati lokasi acara.

Kehangatan malam semakin terasa saat penampilan Pasha Ungu bersama Adel istrinya yang turut menghibur masyarakat. Penonton tampak antusias bernyanyi bersama dan menikmati suasana penuh kekeluargaan dalam perayaan Hari Bhayangkara ke-80 tersebut.

Tampak panggung dan monitor penonton Huma Betang Night. (Foto: Polin/Spektroom)

Huma Betang Night malam ini juga ditandai dengan peresmian dan penyerahan kunci Pos Pengamanan Polisi di RTH Bundaran Besar sebagai simbol kolaborasi pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam memperkuat pelayanan keamanan di ruang publik Kota Palangka Raya. (Polin-ARK)

Berita terkait

Prof. Dr. H. La Ode Husen: Wacana Pilpres Kembali Dipilih MPR Harus Berpijak pada Konstitusi, Bukan Kepentingan Politik Sesaat

Prof. Dr. H. La Ode Husen: Wacana Pilpres Kembali Dipilih MPR Harus Berpijak pada Konstitusi, Bukan Kepentingan Politik Sesaat

Makassar -Spektroom: Wacana mengembalikan mekanisme pemilihan Presiden dan Wakil Presiden melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) kembali menjadi perbincangan di ruang publik. Di tengah dinamika politik nasional, gagasan tersebut dinilai bukan sekadar soal teknis penyelenggaraan pemilu, melainkan menyangkut arah demokrasi, sistem ketatanegaraan, serta masa depan kehidupan berbangsa dan bernegara. Direktur Program

Yahya Patta, Buang Supeno