Huntara Dipercepat, Huntap Digarap di Lahan 4,8 Hektar Bagi Korban Bencana di Tanah Datar
Spektroom - Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tanah Datar, salah satunya di Nagari Bungo Tanjung, Kecamatan Batipuh, terus dikebut.
Di lokasi ini didirikan 23 unit Huntara bagi warga yang rumahnya rusak akibat pergerakan tanah. Dari jumlah tersebut, telah terselesaikan 5 unit.
Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, ketika memantau progres pembangunan Huntara di Kabupaten Tanah Datar, Rabu (7/1/2026) mengatakan, pembangunan Huntara yang telah dimulai pada 23 Desember lalu yang dikerjakan 20 personel TNI. Ia meminta pendirian Huntara tuntas dalam satu atau dua pekan agar bisa segera ditempati warga terdampak.
"Huntara ini akan dipercepat agar bapak ibu segera bisa pindah, tidak lagi mengungsi. Fasilitas di dalamnya juga kami sediakan," ucapnya di hadapan warga terdampak.
Rustian menjelaskan, seiring dengan pendirian Huntara, juga mulai dilakukan pembersihan lahan untuk pembangunan hunian tetap (Huntap). Jumlah Huntap yang didirikan sebanyak 129 unit di Padang Laweh, Kecamatan Rambatan.
"Lahan Huntap di Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar luasnya 4,8 hektare. Lahan 1,8 hektare milik Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Kemudian yang 3 hektare milik Provinsi Sumatera Barat. Untuk lahan provinsi sedang kami surati agar bisa dipakai," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly menjelaskan, Huntap dibangun dengan tipe rumah 36 per unit. Lokasi ini akan menampung warga yang rumahnya rusak akibat bencana hidrometeorologi di sejumlah kecamatan.
"Lokasi Huntap, tepat bersebelahan dengan Huntap yang telah dihuni warga terdampak banjir lahar dingin 2024 lalu," tuturnya.