HUT ke-499 Jakarta: Pesta di Pusat Kota, Senyap di Sudut Warga
Oleh : Heriyoko - Jurnalis Spektroom
Jakarta - Spektroom : Gemerlap lampu hias dan hingar-bingar perayaan menyambut HUT ke-499 Jakarta seolah hanya menjadi milik warga di kawasan Sudirman, Thamrin, hingga Monas.
Betapa tidak, disudut-sudut wilayah Ibu Kota, perayaan ini berlalu tanpa bekas, bahkan luput dari perhatian sebagian warganya. Pemandangan ini sangat kontras jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dipelosok perkampungan dan kelurahan, hiasan kota maupun spanduk ucapan kini seakan sirna.
Perayaan dan dekorasi hanya terpusat di jalan-jalan protokol atau tempat-tempat prestisius yang berada jauh dari permukiman padat penduduk.
Bagi orang kelas bawah, kemeriahan yang dipusatkan di ruang-ruang publik pusat kota terasa sangat berjarak. Realitas hari Senin ( 22 /6 /2026 ) membuat mereka lebih memikirkan masalah perut ketimbang ikut berpesta.
Adalah Pak Ocid, warga Jakarta Timur yang mengaku tidak mengetahui bahwa Jakarta sedang berulang tahun.
"Waduh, nggak ngerti. Kalau dulu kita tahu karena tiap kelurahan ada hiasan atau ucapan HUT Jakarta, sekarang sepi dan kita juga sibuk buat dapur ngebul," ujarnya polos.
Kondisi senada juga disampaikan Majid, merasa perayaan HUT Ibu Kota terasa biasa saja, apalagi momen perayaan jatuh pada hari kerja (Senin) di mana masyarakat sibuk mencari nafkah dan sekolah tetap berjalan normal.
"Mestinya tiap 22 Juni dijadikan hari libur khusus bagi warga Jakarta sebagai pengingat ulang tahun Ibu Kota negara," tegas Majid.
Meski Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memberikan stimulus berupa fasilitas layanan transportasi terintegrasi serta tiket masuk gratis ke sejumlah tempat wisata seperti Ancol untuk merayakan momen ini, akses tersebut dirasa belum menyentuh akar kebutuhan warga pinggiran secara menyeluruh.
Bagi warga yang berjuang keras untuk mencari nafkah harian, rekreasi bukanlah prioritas utama.
Euforia perayaan HUT ke-499 Jakarta yang lebih dipusatkan pada peresmian infrastruktur dan fasilitas baru memang membawa wajah modern bagi kota ini. Namun, hal tersebut menyisakan pekerjaan rumah.
Harapan warga agar HUT Jakarta bisa dirasakan oleh seluruh kalangan hingga ke sudut-sudut kota menjadi suara penting yang patut didengar dan dievaluasi oleh para pemangku kebijakan.(**).