Kecamatan Barangin Kembangkan Program One Village One Product, Dorong Setiap Desa Miliki Produk Unggulan
Sawahlunto–Spektroom : Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, mulai mengimplementasikan program One Village One Product (OVOP) sebagai strategi penguatan ekonomi lokal berbasis potensi desa dan kelurahan. Program tersebut mendorong setiap desa dan kelurahan untuk mengembangkan satu produk unggulan yang sesuai dengan karakteristik wilayah, sumber daya alam, serta kemampuan masyarakat setempat.
Camat Barangin, Irma Mulyadi, mengatakan pendekatan OVOP merupakan salah satu langkah strategis dalam pembangunan ekonomi daerah yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
“One Village One Product merupakan upaya pendekatan pembangunan ekonomi daerah yang mendorong setiap desa dan kelurahan untuk mengembangkan satu produk unggulan sesuai potensi lokal serta memberdayakan sumber daya manusia setempat,” kata Irma Mulyadi kepada Spektroom.co.id, Minggu (21/6/2026).
Menurut Irma, Kecamatan Barangin memiliki 10 desa dan kelurahan dengan kondisi geografis, sosial, budaya, serta sumber daya yang beragam. Keberagaman tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.
Ia menjelaskan, sejak awal tahun 2026 pemerintah desa dan kelurahan di Kecamatan Barangin mulai melakukan pemetaan dan penataan potensi lokal untuk dijadikan produk unggulan dalam kerangka program OVOP.
Adapun produk unggulan yang tengah dikembangkan di masing-masing desa dan kelurahan meliputi:
Desa Santur : Jagung
Desa Kolok Mudiak : Cabai
Desa Kolok Nan Tuo : Kedelai
Desa Balai Batu Sandaran : Kopi
Desa Lumindai : Gula Aren
Desa Talago Gunung : Cabai
Kelurahan Durian II : Pengolahan Sampah Plastik
Kelurahan Durian I : Batik Arang
Kelurahan Lubang Panjang : Wisata Kota Tua
Kelurahan Saringan : Kerupuk Opak
Irma menuturkan, pengembangan produk unggulan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup penguatan kelembagaan masyarakat, peningkatan kualitas produk, pengemasan, pemasaran, hingga perluasan akses pasar.
“Setiap wilayah memiliki keunggulan yang berbeda. Melalui program ini, kami ingin memastikan potensi tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi desa, program OVOP juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat identitas masing-masing desa dan kelurahan di Kecamatan Barangin.
Pemerintah Kecamatan Barangin berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan kepada pemerintah desa dan kelurahan dalam pengembangan produk unggulan tersebut. Sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, kelompok tani, UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dinilai penting agar program OVOP dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru di Kota Sawahlunto.
Dengan pemanfaatan potensi lokal yang terarah dan berkelanjutan, Kecamatan Barangin optimistis program One Village One Product akan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian desa dan kelurahan di wilayah tersebut. (Ris1)